XII TKJ SMK ISLAM ARRIDHO

Rabu, 16 November 2016

Sejarah Tentang Penyelenggaraan Stand Up Comedy Indonesia ( KOMPAS TV ) . Lengkap

Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV

Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) adalah ajang kompetisi lawakan tunggal atau stand up comedy yang diikuti oleh pelawak tunggal berbakat melalui hasil seleksi dari seluruh wilayah di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kompas TV. Berbeda dengan Stand Up Comedy Show yang ditayangkan oleh Metro TV yang berformat entertainment show. Acara kompetisi ini merupakan kompetisi stand up comedy pertama di Indonesia, serta memiliki tagline "Let's Make Laugh!"

Ide acara ini muncul seiring dengan mulai populernya stand up comedy di Indonesia di tahun 2010. Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika, pesohor yang merupakan pelopor dalam pengenalan stand up comedy di Indonesia sepakat untuk membuat satu program kompetisi stand up comedy di salah satu stasiun TV swasta. Hal ini dikarenakan belum banyak TV yang menayangkan stand up comedy secara live. Maka dari itu, Pandji, Raditya Dika, Indro Warkop beserta Indra Yudhistira, salah satu produser dan sutradara program komedi di Kompas TV bersama membuat acara stand up comedy bertema kompetisi pertama di Indonesia. Di mana pada awalnya Pandji dan Raditya Dika bertindak sebagai pembawa acara, sementara Indro ditemani Butet Kertaradjasa dan Astrid Tiar menjadi juri kompetisi. Pada penyelenggaraan selanjutnya, Raditya Dika menjadi juri bersama Indro Warkop sementara Pandji sebagai pembawa acara berturut-turut didampingi oleh juara kompetisi musim sebelumnya. Acara ini dimulai pada tahun 2011 dan tayang setiap hari Sabtu pukul 20.00 WIB[2]. Lalu di musim ke-2 menjadi setiap hari Minggu di jam yang sama. Sejak musim ke-4 di tahun 2014 tayang setiap hari Kamis pukul 22.00 WIB dengan waktu tayang ulang setiap hari Minggu pukul 15.00 WIB. Acara ini juga sudah memasuki musim yang ke-6 di tahun 2016 dan tayang setiap hari Jumat pukul 20.00 WIB.
Format kompetisi ini awalnya adalah 13 orang komika yang telah terpilih melalui audisi di 4 kota besar yaitu Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta (Medan ikut mengadakan audisi di musim pertama, sehingga ada 5 kota). Pada musim ke-3 jumlah peserta bertambah menjadi 18 komika. Lalu pada musim ke-4 selain 4 kota yang telah disebutkan, terbuka pula audisi di Medan, Padang, dan Denpasar yang nantinya 20 komika terpilih akan berjuang dalam babak Pre Show untuk mencari komika finalis yang nantinya menjadi 16 komika. Dan musim ke-5 audisi juga terbuka di Pontianak, Pekanbaru dan Makassar (pada musim ke-5 audisi tidak diadakan di Medan). Sama seperti sebelumnya, juga diadakan babak Pre Show dari 24 komika terpilih sehingga nanti kembali ada 16 komika yang berhak tampil di putaran final. Pada musim ke-6, audisi kembali hanya dilakukan di 5 kota besar yaitu Surabaya, Yogyakarta, Semarang (pertama kali mengadakan audisi SUCI), Medan (kembali mengadakan audisi SUCI), dan Jakarta. Dalam putaran final atau Babak Show, para komika akan berjuang dalam ber stand up comedy dengan tema dan tantangan yang berbeda dalam setiap minggunya, waktu yang diberikan untuk melawak adalah antara 3 hingga 7 menit. Proses penilaiannya dilakukan oleh tiga orang juri plus satu orang juri tamu yang menjadi bintang tamu show dan yang mendapat akumulasi nilai terendah akan di close-mic (eliminasi).
Pada musim ke-4 dikenalkan babak Pre Show, yaitu 20 komika finalis akan berjuang hingga tersisa menjadi 16 komika yang menjadi finalis sesungguhnya untuk Babak Show. Lalu pada minggu ke-7 terdapat babak yang bernama UTS (Ujian Team Stand Up), di mana kontestan 9 besar dibagi menjadi 2 kelompok dan masing-masing kelompok akan bertanding disekolah yang telah ditentukan, sistem penilaiannya dilakukan oleh para siswa-siswi sekolah tersebut dengan mem-voting, bagi kelompok yang kalah harus mengikuti UAS (Ujian Akhir Stand Up) dengan format yang sama seperti babak UTS sebelumnya. Dan pada saat mencapai 5 besar, terdapat babak Call Back, dimana para peserta yang telah close-mic dipertandingkan kembali untuk memperoleh 1 tempat menjadi 6 besar. Babak Call Back juga diadakan di musim ke-5, tetapi diadakan saat tersisa 7 besar komika sehingga peserta yang berhasil memenangkannya kembali sebagai 8 besar.
Pada musim ke-5, sama seperti sebelumnya dengan formasi 16 komika. Berbeda dengan sebelumnya dari total 24 finalis yang mengikuti Pre Show, akan berjuang hingga 14 finalis saja yang akan berlanjut ke Babak Show melalui format yang sama seperti tahun sebelumnya yang terbagi menjadi 12 finalis pada Pre Show 1 dan 2, sedangkan 2 finalis lagi akan masuk melalui jalur LKS Kompas TV yaitu komika yang tim komunitasnya mampu mencapai grand final LKS, 2 komika terbaik dari masing-masing tim langsung masuk menjadi peserta SUCI musim ke-5 tanpa mengikuti audisi dan Pre Show. Selain itu, juga dikenalkan Improv Comedy di mana komika finalis memainkan sketsa parodi secara spontan dan kreatif tanpa menghafal teks untuk menghibur para penonton.
Pada musim ke-6, format kompetisi dikembalikan ke format awal di mana babak Pre Show untuk musim ini ditiadakan. Sehingga akan ada 16 komika terpilih dari audisi di 5 kota yang akan tampil langsung sebagai finalis di Babak Show.

Daftar pembawa acara

TahunMusimHostCo-Host
20111Pandji PragiwaksonoRaditya Dika
20122Pandji PragiwaksonoRyan Adriandhy
20133Pandji PragiwaksonoGe Pamungkas
20144Ernest Prakasa Babe Cabita
Pandji Pragiwaksono*
20155Pandji PragiwaksonoDavid Nurbianto
Babe Cabita
Uus
Hifdzi Khoir**
20166UusHifdzi Khoir
Rigen
Babe Cabita
David Nurbianto
20177TBATBA

Daftar juri

TahunMusimJuri 1Juri 2Juri 3Juri 4
20111Indro WarkopButet KertaradjasaAstrid Tiar—
20122Indro WarkopRaditya Dika1 juri tamu yang berbeda setiap minggunya—
20133Indro WarkopRaditya Dika1 juri tamu yang berbeda setiap minggunya—
20144Indro WarkopRaditya DikaFeni Rose1 juri tamu yang berbeda setiap minggunya
20155Indro WarkopRaditya DikaFeni Rose1 juri tamu di beberapa minggu
20166Indro WarkopPandji PragiwaksonoNirina ZubirCak Lontong
20177TBATBATBATBA
Daftar juri tamu di Stand Up Comedy Indonesia

Babak-babak

Audisi

Audisi pada awalnya diadakan di 4 kota besar yaitu berurutan dari Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan berakhir di Jakarta, sebelumnya kota Medan sempat menjadi kota ke 5 yang menyelenggarakan audisi di musim pertama dan tidak ditunjuk kembali dua musim sesudahnya. Peserta yang datang audisi harus membawa persyaratan yang sudah ditentukan serta tampil ber stand up comedy dengan durasi 3 menit. Peserta yang dinyatakan lolos akan diberikan Golden Ticket oleh juri. Setelah itu, bagi peserta yang telah mendapat Golden Ticket akan dihubungi oleh pihak Kompas TV untuk dapat lanjut ke babak Pre Show/Show.
Pada musim ke-4, selain 4 kota yang telah disebutkan yang menjadi kota utama audisi, dibuka pula audisi di 3 kota besar lainnya yaitu kembali kota Medan, bersama dengan kota Padang dan Denpasar. Sehingga ada 7 kota tempat dilaksanakannya audisi SUCI Kompas TV. Lalu di musim ke-5, kembali audisi dilaksanakan di 7 kota, di mana selain 4 kota utama 3 kota besar lainnya ditunjuk untuk menyelenggarakan audisi yaitu Pontianak, Makassar, dan Pekanbaru. Untuk musim ke-6, audisi kembali diadakan di 5 kota, dimana 3 kota utama yaitu Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta tetap mengadakan audisi. Sementara kota Bandung digantikan oleh kota Semarang dan kota Medan juga kembali sebagai penyelenggara audisi. Pada musim ini ada dua format audisi yaitu Big Audition dan Small Audition. Big Audition dilaksanakan di Surabaya, Semarang, dan Jakartadengan jumlah peserta yang tidak dibatasi, sementara Small Audition dilaksanakan di Yogyakarta dan Medan dengan jumlah peserta yang dibatasi maksimal 100 peserta dan diadakan di salah satu cabang KFC di dua kota tersebut. Khusus untuk Big Audition selain Golden Ticket untuk yang berhasil lolos berlaku pula Second Chance Ticket, yaitu tiket untuk peserta yang belum berhasil lolos di satu lokasi Big Audition namun materi dan penampilannya dinilai bagus oleh juri, sehingga mereka masih diberikan kesempatan lagi oleh para juri untuk mengikuti audisi kembali di lokasi paling lambat sehari setelah audisi reguler selesai dilaksanakan. Plus diadakan "Special Hunt" di 5 kota audisi oleh para juri untuk mencari komika yang merupakan tokoh yang sukses dibidangnya yang juga sering ber stand up comedy untuk berkesempatan mencicipi panggung SUCI Kompas TV, tentunya dengan audisi di hadapan para juri.
Pada musim ke-1 dan ke-2, 13 besar komika berhak tampil di babak Show SUCI Kompas TV. Lalu di musim ke-3 jumlah peserta bertambah menjadi 18 besar komika. Pada musim ke-4 dan ke-5 diperkenalkan babak Pre Show, di mana peserta yang telah dipanggil pihak Kompas TV untuk tampil ditantang untuk open mic di depan 2 juri dengan durasi yang ditentukan. Peserta yang berhasil akan lolos ke babak Show sebagai finalis sesungguhnya. Total peserta SUCI musim ke-4 dan ke-5 pada babak Show adalah 16 besar komika. Khusus untuk musim ke-5, hanya 14 kontestan yang lolos ke babak Show melalui babak Pre Show. Sementara 2 komika lagi diambil dari kompetisi Liga Komunitas Stand Up (LKS), di mana 2 komika tersebut merupakan komika terbaik dari masing-masing tim komunitas yang berlaga di grand final LKS. Sehingga mereka langsung memperoleh Golden Ticket ke babak Show tanpa harus mengikuti audisi dan babak Pre Show. Pada musim ke-6, babak Pre Show ditiadakan sehingga ada 16 besar komika terpilih untuk langsung tampil di babak Show. Dan khusus di musim ini, 13 orang komika berasal dari komika jebolan komunitas daerah melalui audisi reguler dan 3 orang komika lainnya merupakan hasil audisi "Special Hunt" yang dilakukan oleh para juri pada masa audisi reguler.

Persyaratan kontestan

  • Warga Negara Indonesia, atau Warga Negara Asing yang minimal tinggal di Indonesia selama 5     tahun.
  • Pria atau Wanita, berusia 17 tahun ke atas.
  • Membawa fotokopi kartu identitas ( KTP / SIM / Kartu Pelajar ).
  • Membawa pas foto ukuran 4R.
  • Materi stand up BEBAS dan BERSIH ( tidak mengandung unsur SARA, Pornografi dan Provokasi ).
  • Durasi stand up maksimal 3 menit.
Jika telah menyiapkan segala persyaratan, peserta bisa langsung mendatangi tempat audisi dan mendaftarkan diri. Pendaftaran juga bisa dilakukan online di situs Kompas TVlalu bukti pendaftaran dicetak sebagai bukti dan dibawa beserta persyaratan yang telah disebutkan saat hendak mendaftar audisi. Pendaftaran dibuka dari jam 09.00 hingga jam 12.00 waktu setempat.

Pre Show

Babak ini baru muncul di penyelenggaraan musim ke-4 tahun 2014, karena banyaknya komika yang memiliki kriteria layak untuk tampil di babak Show. Komika terpilih yang telah lolos audisi dan telah dihubungi oleh pihak Kompas TV masing-masing diberi kesempatan untuk open mic pertama kalinya di panggung SUCI Kompas TV di hadapan 2 juri utama yaitu Indro Warkop dan Raditya Dika dengan durasi yang telah ditentukan. Mengingat jumlah komika yang dipanggil, para komika akan dibagi menjadi 2 kelompok dalam melakukan open mic. Tentunya bagi beberapa komika dengan nilai tertinggi yang menurut juri layak untuk lanjut akan langsung lolos ke babak Show sebagai finalis resmi SUCI. Sementara bagi beberapa komika dengan nilai terendah dan belum mampu memenuhi ekspektasi juri akan tereliminasi atau close mic.
Pada awal Pre Show di musim ke-4, ada 20 komika yang terpilih mengikuti babak ini. Mereka berkompetisi hingga menjadi 16 besar komika, yang artinya 4 orang komika dengan nilai terendah (3 komika dan 1 komika dari masing-masing kelompok) otomatis akan close mic. Lalu di musim ke-5, ada 24 komika yang terpilih mengikuti Pre Show. Berbeda dengan musim sebelumnya, hanya 14 komika yang akan melanjutkan ke babak Show. Di mana 10 komika dengan nilai terendah (4 komika dan 6 komika dari masing-masing kelompok) otomatis akan close mic.

Babak Show

Babak Show merupakan babak utama dalam kompetisi SUCI Kompas TV. Di tiga musim awal, para komika yang lolos audisi serta yang terpilih sesuai kriteria langsung lolos ke babak ini. Di mana musim selanjutnya komika yang berhak tampil di babak ini adalah komika yang mampu lolos di babak Pre Show. Pada babak ini, para komika terpilih yang menjadi finalis akan berjuang dalam ber stand up comedy dengan tema dan tantangan yang berbeda setiap minggunya. Durasi atau waktu yang diberikan untuk melawak adalah antara 3 hingga 7 menit. Proses penilaiannya dilakukan oleh tiga orang juri plus satu orang juri tamu yang menjadi bintang tamu show dan yang mendapat akumulasi nilai terendah akan di close-mic (eliminasi).
Dalam babak Show ini, diberikan tema dan tantangan yang berbeda setiap minggunya. Seiring berjalannya kompetisi, muncul beberapa tantangan baru yang membuat kompetisi makin menarik. Baik yang berhubungan dengan tema maupun yang terkait dengan teknik dalam ber stand up comedy. Berikut beberapa babak tantangan yang sudah populer dalam babak Show SUCI.

Open Mic

Merupakan babak yang selalu ada dalam babak Show. Pada babak ini, masing-masing komika akan melakukan stand up comedy di hadapan penonton serta para juri sesuai dengan tema ,tantangan, dan durasi telah ditentukan. Tantangan yang diberikan umumnya terkait teknik dalam ber stand up comedy seperti membawakan rule of three, impersonate, riffing, heckling, dan lain-lain. Penulisan materi, jumlah tawa penonton, keserasian materi dengan tema, serta durasi pembawaan materi menjadi poin penting penilaian juri agar komika yang bersangkutan tidak di close mic. Apabila jumlah komika sudah kurang dari 10 orang, maka babak ini bisa dilakukan 2 kali atau 2 putaran dalam 1 show tergantung tema yang diberikan.

Medley

Pada babak ini, masing-masing komika melakukan mini stand up sesuai tema yang diberikan, di mana setiap satu komika selesai menyampaikan sebuah bit singkat harus segera disambung oleh komika lainnya sehingga pada akhirnya terbentuk sebuah cerita mini bersambung dari bit materi yang diberikan seluruh komika menjadi satu materi komedi.

Battle of Comic

Pada babak ini, masing-masing komika berpasangan akan melakukan battle dalam ber stand up comedy. Di mana dua orang komika yang terlibat battle akan membawakan materi sesuai tema serta memasukkan komika lawan menjadi bahan roasting agar dapat mengundang tawa, dan tetap sesuai dengan durasi yang telah ditentukan. Babak ini biasanya dilakukan apabila jumlah komika tersisa adalah genap (misalnya 10 besar komika).

UTS dan UAS

Babak ini muncul di penyelenggaraan musim ke-4. UTS adalah Ujian Tengah Stand Up, sementara UAS adalah Ujian Akhir Stand Up. Pada babak UTS, para komika dibagi dalam kelompok dan akan ditantang untuk ber stand up comedy di tempat umum dan instansi seperti misalnya di sekolah, kantor, dan lain-lain. Setelah dihibur para komika, para penonton akan melakukan voting untuk masing-masing kelompok. Bagi kelompok dengan voting paling sedikit atau kalah akan kembali berjuang dalam babak UAS. Dalam babak UAS, komika dari kelompok yang kalah masing-masing akan tampil ber stand up comedy secara individu sesuai tema dan durasi yang diberikan. Komika yang penampilannya mendapat nilai terendah akan di close mic.
Pada musim ke-4, babak UTS dilangsungkan saat tersisa 9 besar komika dan diadakan di SMA Negeri 52 Jakarta, di mana komika Pras Teguh dari Padang harus close micsetelah penampilannya dinilai paling kurang di babak UAS. Sementara di musim ke-5, babak UTS dilangsungkan saat tersisa 8 besar komika dan diadakan di markas Kodam Jaya TNI AD, di mana komika Heri Horeh harus close mic di babak UAS karena melebihi durasi yang ditentukan saat tampil.

Improv Comedy

Babak ini muncul di penyelenggaraan musim ke-5. Babak ini adalah babak di mana para komika memainkan sebuah sketsa parodi singkat. Sketsa yang dimainkan dilakukan tanpa persiapan seperti menghafal teks sehingga dituntut spontanitas dan kreativitas dari para komika dalam memainkan sketsa tersebut. Sketsa yang dimainkan harus teratur agar dapat mengundang tawa penonton dan juri. Seluruh komika diharuskan aktif dalam ber improv comedy agar masuk penilaian juri dan terhindar dari close mic.

Callback

Babak Callback adalah babak di mana komika yang pernah close mic dan dirasa masih layak berkompetisi oleh juri dipanggil kembali untuk ber stand up comedy dan bagi komika yang berhasil memperoleh nilai tertinggi akan kembali menjadi finalis SUCI. Babak ini juga baru muncul di penyelenggaraan musim ke-4 dan komika yang ikut babak ini dipilih sesuai kesepakatan juri, lalu di musim ke-5 komika yang akan ikut callback dipilih berdasarkan voting yang dilakukan oleh masyarakat se-Indonesia.
Pada musim ke-4, babak callback diadakan saat tersisa 5 besar komika. Ada 4 komika yang dipanggil kembali mengikuti babak ini yaitu Yudha Keling, Pras Teguh, Reza Pardede, dan Liant Lin. Pras Teguh yang pernah close mic di 9 besar akhirnya menjadi komika pertama yang memenangkan babak callback dan kembali sebagai komika 6 besar SUCI 4. Lalu pada musim ke-5, babak callback diadakan saat tersisa 7 besar komika. Berdasarkan voting, ada 3 komika yang terpanggil kembali yaitu Isro Kalis Rubeda, Abdul Rachman Avri, dan Wira Setianagara. Penampilan Kalis, komika dari Purwakarta yang pernah close mic di 13 besar menjadi yang paling baik dari dua pesaingnya, sehingga berhasil membawanya kembali sebagai 8 besar SUCI 5. Karena format kompetisi yang dikembalikan ke format awal, babak ini kembali ditiadakan di musim selanjutnya.

Reunion Show

Babak Reunion Show adalah babak yang diadakan menjelang babak Grand Final. Babak ini baru muncul di musim ke-5 di mana telah tersisa komika grand finalis yang akan tampil di babak Grand Final. Pada babak ini, 10 besar komika termasuk komika grand finalis dalam satu musim akan reuni dan kembali hadir menghibur para juri dan para penonton di panggung SUCI Kompas TV. Acaranya bebas mulai dari open mic para komika hingga improv comedy, dan tidak ada penilaian dari juri. Serta babak ini merupakan ajang pemanasan jelang babak Grand Final.

Grand Final

Grand Final adalah babak penentuan juara, di mana 2 komika tersisa akan berjuang dalam 3 putaran dalam ber stand up comedy. Tiap putaran memiliki tema dan tantangan berbeda, di mana putaran pertama tema nya bebas, lalu putaran kedua membawakan materi dengan tema "juara", dan putaran ketiga membawakan tema yang ditentukan serta diharuskan memakai beberapa teknik stand up comedy yang biasanya melibatkan kembali komika finalis di musim yang sama untuk bertindak sebagai heckler atau pengganggu. Urutan putaran serta temanya bisa berubah sesuai kesepakatan juri. Komika yang berhasil mengumpulkan nilai tertinggi dari tiga putaran tersebut akan dinobatkan sebagai Juara Stand Up Comedy Indonesia.
Pada empat penyelenggaraan sebelumnya hanya 2 komika tersisa yang menjadi grand finalis. Berturut-turut dijuarai oleh Ryan Adriandhy, Ge Pamungkas, Babe Cabita, dan David Nurbianto. Dan pada musim ke-5 untuk pertama kalinya babak Grand Final dilangsungkan saat tersisa 3 komika. Di mana Rigen, komika asal Bima menjadi Juara SUCI 5 setelah menyisihkan dua pesaingnya, Rahmat Hidayat dan Indra Frimawan di babak Grand Final. Pada musim ke-6, format grand final kembali hanya diikuti 2 komika tersisa.

Musim

SUCI (2011)

Di musim pertama ini, Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika bertindak sebagai pembawa acara, sementara Indro Warkop ditemani Butet Kertaradjasa dan Astrid Tiar menjadi juri kompetisi. Terpilih 13 orang komika dari audisi di 5 kota besar yakni Medan, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Sempat diwarnai dengan pengunduran diri salah satu komika, yaitu komika Diyah dari Yogyakarta di Show 2 SUCI. Diyah yang merupakan satu-satunya kontestan wanita mengundurkan diri karena alasan keluarga.
Di Grand Final, Ryan komika asal Jakarta yang merupakan kontestan termuda di musim ini berhasil menjadi juara SUCI setelah unggul atas komika Surabaya, Akbar. Ryandengan gaya observasionalnya unggul setelah mengimpersonate gaya Akbar yang kental dengan materi politik serta teknik one liner ketika ber stand up comedy. Hingga saat ini Ryan merupakan juara termuda SUCI karena meraih juara saat berumur 21 tahun.

SUCI 2 (2012)

Di musim kedua ini, Pandji Pragiwaksono sebagai pembawa acara didampingi oleh Ryan Adriandhy, juara SUCI. Nantinya di beberapa Show, Insan Nur Akbar sang runner upSUCI yang mendampingi Pandji membawakan acara. Sementara Raditya Dika menemani Indro Warkop menjadi juri kompetisi. Selain itu, di setiap minggunya akan ada juri tamu berbeda dari kalangan selebriti yang bertindak sebagai juri ketiga. Kembali terpilih 13 orang komika dari audisi di 4 kota besar yakni Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Isman HS, penulis humor yang juga mentor para kontestan secara mengejutkan juga ikut menjadi kontestan dan mampu menembus 6 besar.
Musim ini menjadi milik kota Bandung, karena dua komika perwakilan dari Bandung yang kebetulan juga satu almamater universitas yaitu Ge dan Gilang bertemu di Grand Final. Ge yang unggul lewat kemampuan act out nya berhasil mengungguli Gilang yang terkenal dengan gaya observasi cerdasnya. Atas keputusan juri, Ge berhasil meraih juara SUCI 2.

SUCI 3 (2013)

Di musim ketiga ini, Pandji Pragiwaksono sebagai pembawa acara didampingi oleh Ge Pamungkas, juara SUCI 2. Raditya Dika dan Indro Warkop konsisten menjadi juri utama kompetisi, di samping setiap minggunya akan ada juri tamu berbeda dari kalangan selebriti yang bertindak sebagai juri ketiga. Kali ini, 18 orang komika dari audisi di 4 kota besar yakni Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta berhak tampil di babak Show. Pada musim ini, komika yang close mic bisa lebih dari 1 komika. Dan banyak sekali komika yang memiliki sisi unik, diantaranya Fico dan Rizki yang merupakan saudara kandung, Mang Obed yang seorang debt collector, serta Briptu Ferry yang seorang polisi. Lalu untuk pertama kalinya ada komika yang berasal dari luar negeri, yaitu Alison yang berkebangsaan Inggris dan lolos audisi di Bandung.
Fico, komika asal Jakarta yang terkenal dengan gaya absurdnya dan terkesan bego berhasil melaju hingga Grand Final. Ia berhadapan dengan komika dari Medan, Babe yang terkenal dengan act out nya yang unik. Namun akhirnya Babe lah yang berhasil meraih juara SUCI 3 karena mampu unggul dua putaran dari Fico.

SUCI 4 (2014)

Di musim keempat ini, Ernest Prakasa bertindak sebagai pembawa acara didampingi oleh Babe Cabita, juara SUCI 3. Di mana Pandji kali ini tidak bertindak sebagai pembawa acara karena sedang melakukan stand up tour. Nantinya Ernest di tengah kompetisi digantikan oleh Uus, salah satu kontestan SUCI 3 sebagai pembawa acara. Feni Rose hadir sebagai juri tetap menemani Raditya Dika dan Indro Warkop, di samping setiap minggunya akan ada juri tamu berbeda dari kalangan selebriti yang bertindak sebagai juri keempat. Pada musim ini diperkenalkan babak Pre Show, di mana dari 20 komika terpilih melalui audisi di 7 kota besar akhirnya disaring menjadi 16 komika finalis SUCI 4 yang akan berkompetisi di babak Show.
Selain babak Pre Show, ada lagi babak UTS dan UAS di pertengahan kompetisi. Lalu babak Callback yang memberi kesempatan bagi komika yang telah di close mic untuk kembali ke kompetisi. Diadakan di 5 besar, Pras Teguh, komika asal Padang menjadi komika pertama yang berhasil memenangkan babak callback dan kembali ke kompetisi sebagai komika 6 besar serta berhasil bertahan hingga 4 besar. Selain itu ada komika yang menjadi sorotan yaitu Dodit, komika asal Blitar dengan gayanya yang polos membawakan materi one liner sebagai orang desa berbudaya kota ditemani dengan sebuah biola untuk menunjang penampilannya, menjadikannya sebagai komika kejutan yang secara tidak langsung menjadi idola para penonton.
Pandji Pragiwaksono akhirnya muncul sebagai pembawa acara tamu di Grand Final. Grand Final musim ini mempertemukan dua komika yang sama-sama unggul lewat materi komedi mengenai etnik daerahnya, yaitu Abdur dari NTT dan David dari Jakarta. Abdur kental dengan materi ala Indonesia Timur nya yang diselingi beberapa catchphrase unik seperti "aduh mama sayangee..", sementara David dengan materi ala Betawi beserta sang Nyai sebagai tokoh pendukung juga tak kalah lucu. Gelar juara SUCI 4 akhirnya direngkuh oleh David, setelah persaingan sengit dalam tiga putaran.

SUCI 5 (2015)

Di musim kelima ini, kembali Pandji Pragiwaksono bertindak sebagai pembawa acara dan didampingi oleh David Nurbianto, juara SUCI 4. Dan sesekali posisi pendamping pembawa acara diisi oleh Babe Cabita dan Uus. Formasi tiga juri tetap tidak berubah yaitu Indro Warkop, Raditya Dika, dan Feni Rose, serta sesekali ada juri tamu yang diundang dalam beberapa show. Kali ini, kembali 16 komika finalis akan berkompetisi di babak Show, di mana 14 komika adalah mereka yang lolos di babak Pre Show dari 25 komika terpilih dari audisi di 7 kota besar, dan 2 komika lagi adalah jebolan dari tim grand finalis LKS Kompas TV musim sebelumnya. 2 komika tersebut adalah Ridho Brado dari Medan, dan Dicky dari Jakarta Barat.
Kembali beberapa orang komika menjadi sorotan. Beberapa diantaranya adalah Heri Horeh, komika senior berpengalaman yang baru menjadi kontestan SUCI musim ini. Lalu Dicky, komika yang dikenal dengan persona kemayu seperti seorang banci ketika tampil di panggung. Serta Dani yang paling banyak mengundang perhatian karena merupakan seorang difabel yang mengharuskannya tampil di kursi roda, mampu mencapai 4 besar kompetisi. Selain itu, pada musim ini di beberapa show muncul babak improv comedy di mana komika finalis memainkan sketsa parodi secara spontan dan kreatif tanpa menghafal teks untuk menghibur para penonton. Babak callback kembali diadakan kali ini di 7 besar komika, di mana Kalis komika dari Purwakarta yang pernah close mic saat 13 besar memenangkan babak ini dan kembali sebagai komika 8 besar. Kalis sendiri berhasil bertahan hingga 5 besar.
Di samping Hifdzi Khoir yang diundang sebagai pembawa acara tamu, untuk pertama kalinya di SUCI musim kali ini babak Grand Final melibatkan 3 besar komika, yaitu Indra Frimawan, Rahmet, dan Rigen. Setelah sebelumnya diadakan babak Reunion Show dengan komika lainnya yang masuk 10 besar. Indra yang dikenal lewat teknik one liner dan gaya absurdnya, serta Rahmet yang dikenal dengan act out serta materinya yang sering membahas latar belakang dirinya sebagai lulusan STM digadang-gadang sebagai juara. Namun penampilan keduanya dianggap kurang maksimal dan Rigen yang berstatus bukan unggulan secara mengejutkan mampu tampil lepas dan berhasil meraih gelar juara SUCI 5. SUCI 5 menjadi penyelenggaraan terakhir di bawah arahan Indra Yudhistira selaku salah satu founder, karena setelah itu ia mengundurkan diri dari Kompas TV untuk mencari tantangan baru.

SUCI 6 (2016)

SUCI 6 menjadi penyelenggaraan pertama pasca pindahnya sang founder, Indra Yudhistira dari Kompas TV. Di musim keenam ini, terjadi perubahan besar-besaran dalam susunan pengisi acara. Komika alumni SUCI 3 yaitu Uus tampil sebagai pembawa acara. Uus didampingi oleh Hifdzi Khoir dalam membawakan acara, meski sesekali ada Rigenyang merupakan juara SUCI 5, lalu David Nurbianto, serta Babe Cabita yang bergantian ikut mendampingi pembawa acara. Formasi juri juga mengalami perubahan, kecuali Indro Warkop yang tetap sebagai juri utama. Pandji Pragiwaksono yang lima musim berturut-turut menjadi pembawa acara naik posisi menjadi juri mendampingi Indro. Juri lainnya adalah Nirina Zubir serta Cak Lontong. Kali ini, kembali 16 komika finalis akan berkompetisi di babak Show dan kembali ke format awal bahwa semua finalis murni langsung lolos tanpa babak Pre Show. Komposisi 16 komika finalis ini adalah 13 komika berasal dari audisi reguler di 5 kota besar, dan 3 komika adalah hasil "Special Hunt" dari para juri di masa audisi reguler. Tiga komika tersebut adalah Radit Vent yang merupakan seorang ventriloquis dan dosen dari Yogyakarta, lalu Irvan Karta yang merupakan seorang dosen dan ilmuwan dari Tangerang serta Zarry Hendrik, seorang penulis muda berbakat yang lebih dulu dikenal sebagai seorang selebriti di media sosial twitter.
Format kompetisi dikembalikan ke format awal, yaitu tanpa adanya babak callback dan babak reuni. Banyak kejutan yang terjadi di kompetisi musim ini. Diantaranya dua komika unggulan, yaitu Rin Hermana dan Muhammad Sabiq harus tersisih lebih awal. Sementara itu muncullah banyak kontestan yang berstatus kuda hitam, diantaranya pak polisi Gamayel, mahasiswa sastra Kamaludin, dosen & ilmuwan Irvan Karta, dan Sadana Agung atau Dana yang memiliki persona anak dusun, yang pada awalnya tidak diprediksi akan melangkah lebih jauh dalam kompetisi. Keempat komika tersebut sukses melaju minimal hingga babak 8 besar. Dana dan Gamayel lah yang menjadi kontestan kuda hitam terbaik karena Dana berhasil mencapai 4 besar dan Gamayel meraih juara ketiga.
Kembali di babak Grand Final hanya melibatkan 2 orang komika tersisa, yaitu Ardit dari Samarinda dan Indra Jegel dari Medan. Setelah melewati tiga putaran sengit di babak ini, akhirnya Indra Jegel resmi menjadi juara SUCI 6.

Daftar finalis

Nama finalis diurutkan berdasarkan peringkat saat kompetisi, mulai dari juara/pemenang hingga yang tereliminasi pertama kali. Informasi tambahan adalah kota asal finalis, komunitas Stand Up Indo asal finalis bernaung (kalau ada), dan kota tempat audisi di mana para finalis lolos.
Stand Up Comedy Indonesia
Finalis Stand Up Comedy Indonesia
(disertai nama panggung, kota asal, komunitas asal, kota audisi, dan status finalis)
SUCI (2011)
Ryan AdriandhyRyanJakarta-JakartaPemenang
Insan Nur AkbarAkbarSidoarjo-SurabayaRunner up
Ernest PrakasaErnestJakarta-JakartaJuara 3
Wisben AntoroWisbenYogyakarta-YogyakartaFinalis
Mohamad Ali SidikMo SidikBandung-BandungFinalis
Daned GustamaDanedJakarta-SurabayaFinalis
Asep SuajiAsepBogor-JakartaFinalis
Daslan CukupDaslanSurabaya-SurabayaFinalis
DwiyantoGarengYogyakarta-YogyakartaFinalis
Zulfan Firdaus HasanIfanBalikpapan-BandungFinalis
Budi KusumahBudiBandung-BandungFinalis
Sakdiyah Ma'rufDiyahYogyakarta-YogyakartaFinalis
M. Fauzi SalehFauziMedan-MedanFinalis
SUCI 2 (2012)
Genrifinadi PamungkasGeBandungSUI BandungBandungPemenang
Gilang BhaskaraGilangJakartaSUI BandungBandungRunner up
Kemal PaleviKemalSamarinda-JakartaJuara 3
Frendy Pradana PutraTopenkMadiunSUI SurabayaSurabayaFinalis
Randhika DjamilDhikaBandungSUI BandungBandungFinalis
Isman Hidayat SuryamanIsmanBandungSUI BandungYogyakartaFinalis
Boris Thompson ManullangBoris BokirMedanSUI BandungBandungFinalis
Arry Bagoes WibowoArryJakarta-JakartaFinalis
Sigit Hariyo SenoImotYogyakartaSUI JogjaYogyakartaFinalis
Irawan RaharjaIrawanBogorSUI BogorJakartaFinalis
YulyanikasihYuliPaserSUI MalangSurabayaFinalis
Agung HartantoAgungJakarta-YogyakartaFinalis
Jessica FarolanJessicaJakarta-JakartaFinalis
SUCI 3 (2013)
Priya Prayogha P.BabeMedanSUI MedanJakartaPemenang
Fico FachrizaFicoJakartaSUI DepokJakartaRunner up
Satriaddin M.DArie KritingWakatobiSUI MalangSurabayaJuara 3
Rachmaditiya AlphiandiAlphiJakartaSUI DepokJakartaFinalis
Bene DionysiusBeneTebing TinggiSUI JogjaYogyakartaFinalis
Aditya MuslimMuslimBangkalanSUI SurabayaSurabayaFinalis
Gianluigi ChristoikovGianAmbonSUI BandungBandungFinalis
Renato Fenady Alf.RenoYogyakartaSUI BandungBandungFinalis
Ferry ArdilesmanaFerryBogorSUI BogorBandungFinalis
Alison VictoriaAlisonNewcastle upon Tyne-BandungFinalis
Chandra MarethaChandraBandungSUI BandungBandungFinalis
Dimas YudhistiraDimzyJakartaSUI BTSJakartaFinalis
Liongky NugrahaLiongkyJakartaSUI BTSJakartaFinalis
Ilham Renzia FauzanIamJakartaSUI DepokJakartaFinalis
Rizki Ananta PutraRizkiJakartaSUI DepokJakartaFinalis
Pian IswantoObedBandungSUI BandungBandungFinalis
Pulung SiswantaraPulungJombangSUI SurabayaSurabayaFinalis
Rizky Firdaus WijaksanaUusBandungSUI BandungBandungFinalis
SUCI 4 (2014)
David NurbiantoDavidJakartaSUI BTSJakartaPemenang
Abdurrahim ArsyadAbdurLarantukaSUI MalangSurabayaRunner up
Dzawin Nur IkramDzawinBogorSUI BogorBandungJuara 3
Teguh PrasetyoPras TeguhPadangSUI PadangPadangFinalis
Hifdzi KhoirHifdziBandar LampungSUI JogjaJakartaFinalis
Dodit MulyantoDoditBlitarSUI SurabayaSurabayaFinalis
Yullianto LinLiantTangerangSUI BaliDenpasarFinalis
Reza PardedeCokiJakartaSUI DepokJakartaFinalis
Arif AlfiansyahArifSurabayaSUI SurabayaSurabayaFinalis
Sri RahayuSriMakassarSUI MakassarBandungFinalis
Yudha RamadhanYudha KelingDepokSUI DepokJakartaFinalis
Wendi SeptianNewendiBandar LampungSUI LampungJakartaFinalis
Benidictus SiregarBeniKulon ProgoSUI JogjaYogyakartaFinalis
Yudha Iqbal M.Yudha KhanCirebonSUI CirebonBandungFinalis
Yudhit CiphardianYudhitSurabayaSUI SurabayaSurabayaFinalis
Anggita ButarbutarGitaMedanSUI MedanMedanFinalis
SUCI 5 (2015)
M. Rizki RakelnaRigenBimaSUI Jakarta BaratSurabayaPemenang
Rahmat HidayatRahmetJakartaSUI Jakarta TimurJakartaRunner up
Indra FrimawanIndraJakartaSUI Jakarta BaratJakartaJuara 3
Adityanta DaniDaniMalangSUI MalangSurabayaFinalis
Isro Kalis RubedaKalisYogyakartaSUI PurwakartaBandungFinalis
Afif Syafi'iAfifJakartaSUI Jakarta BaratSurabayaFinalis
Barry WilliemBarryBekasiSUI BekasiBandungFinalis
Heri SaputraHeri HorehJakartaSUI DepokBandungFinalis
Dicky FachrizalDickyJakartaSUI Jakarta BaratLKS*Finalis
Muhammad Tomy P.Tomy BabapTangerangSUI BTSJakartaFinalis
Wira SetianagaraWiraBanjarnegaraSUI PurwokertoYogyakartaFinalis
Abdul RachmanRachmanJakartaSUI Jakarta UtaraBandungFinalis
Anjas Wira BuanaAnjasMakassarSUI MakassarMakassarFinalis
Yan Al RidhoRidho BradoMedanSUI MedanLKS*Finalis
Rizky UbaidillahUbaiPurwokertoSUI PurwokertoYogyakartaFinalis
Ichsan DhannyBaimBalikpapanSUI BalikpapanYogyakartaFinalis
SUCI 6 (2016)
Indra GunawanIndra JegelMedanSUI MedanMedanPemenang
Arditya Taqwa ErwandhaArditSamarindaSUI SamarindaSurabayaRunner up
Mei Mahatthir GamayelGamayelBalikpapanSUI BalikpapanSurabayaJuara 3
Sadana Agung SulistyaDanaSemarangSUI SalatigaSemarangFinalis
Gebi RamadhanGebiSerangSUI BSCJakartaFinalis
Fajar NugrahaFajarBogorSUI BogorJakartaFinalis
KamaludinKamalBandungSUI BandungJakartaFinalis
Irvan S. KartawiriaIrvan KartaSukabumiSUI BTSJakarta**Finalis
Muhammad SabiqSabeqWatamponeSUI MalangSurabayaFinalis
M. Fadjrin HermanaRinPadangSUI PadangJakartaFinalis
Tri Vina MaryanaVynaPekalonganSUI PekalonganSemarangFinalis
Raditya AdipramonoRadit VentYogyakartaSUI JogjaYogyakarta**Finalis
Zarry HendrikZarryJakarta-Jakarta**Finalis
Ahmad Syarif FirmansyahFirmanMalangSUI MalangSurabayaFinalis
Bentang PutraBennoPamulangSUI PamulangJakartaFinalis
Noval FirmansyahFirzaSurabayaSUI SurabayaSurabayaFinalis
SUCI 7 (2017)
TBATBATBATBATBATBA

Daftar pemenang

TahunMusimJuara IJuara IIJuara III
20111RyanAkbarErnest
20122GeGilangKemal
20133BabeFicoArie Kriting
20144DavidAbdurDzawin
20155RigenRahmetIndra
20166Indra JegelArditGamayel
20177TBATBATBA
SUMBER : https://id.wikipedia.org/wiki/Stand_Up_Comedy_Indonesia_Kompas_TV

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Design By:
SkinCorner