Format kompetisi ini awalnya adalah 13 orang komika yang telah terpilih melalui audisi di 4 kota besar yaitu
Surabaya,
Yogyakarta,
Bandung, dan
Jakarta (
Medan ikut mengadakan audisi di musim pertama, sehingga ada 5 kota). Pada musim ke-3 jumlah peserta bertambah menjadi 18 komika. Lalu pada musim ke-4 selain 4 kota yang telah disebutkan, terbuka pula audisi di
Medan,
Padang, dan
Denpasar yang nantinya 20 komika terpilih akan berjuang dalam babak
Pre Show untuk mencari komika finalis yang nantinya menjadi 16 komika. Dan musim ke-5 audisi juga terbuka di
Pontianak,
Pekanbaru dan
Makassar (pada musim ke-5 audisi tidak diadakan di Medan). Sama seperti sebelumnya, juga diadakan babak
Pre Show dari 24 komika terpilih sehingga nanti kembali ada 16 komika yang berhak tampil di putaran final. Pada musim ke-6, audisi kembali hanya dilakukan di 5 kota besar yaitu
Surabaya,
Yogyakarta,
Semarang (pertama kali mengadakan audisi SUCI),
Medan (kembali mengadakan audisi SUCI), dan
Jakarta. Dalam putaran final atau
Babak Show, para komika akan berjuang dalam ber
stand up comedy dengan tema dan tantangan yang berbeda dalam setiap minggunya, waktu yang diberikan untuk melawak adalah antara 3 hingga 7 menit. Proses penilaiannya dilakukan oleh tiga orang juri plus satu orang juri tamu yang menjadi bintang tamu show dan yang mendapat akumulasi nilai terendah akan di
close-mic (eliminasi).
Pada musim ke-4 dikenalkan babak Pre Show, yaitu 20 komika finalis akan berjuang hingga tersisa menjadi 16 komika yang menjadi finalis sesungguhnya untuk Babak Show. Lalu pada minggu ke-7 terdapat babak yang bernama UTS (Ujian Team Stand Up), di mana kontestan 9 besar dibagi menjadi 2 kelompok dan masing-masing kelompok akan bertanding disekolah yang telah ditentukan, sistem penilaiannya dilakukan oleh para siswa-siswi sekolah tersebut dengan mem-voting, bagi kelompok yang kalah harus mengikuti UAS (Ujian Akhir Stand Up) dengan format yang sama seperti babak UTS sebelumnya. Dan pada saat mencapai 5 besar, terdapat babak Call Back, dimana para peserta yang telah close-mic dipertandingkan kembali untuk memperoleh 1 tempat menjadi 6 besar. Babak Call Back juga diadakan di musim ke-5, tetapi diadakan saat tersisa 7 besar komika sehingga peserta yang berhasil memenangkannya kembali sebagai 8 besar.
Pada musim ke-5, sama seperti sebelumnya dengan formasi 16 komika. Berbeda dengan sebelumnya dari total 24 finalis yang mengikuti
Pre Show, akan berjuang hingga 14 finalis saja yang akan berlanjut ke
Babak Show melalui format yang sama seperti tahun sebelumnya yang terbagi menjadi 12 finalis pada
Pre Show 1 dan 2, sedangkan 2 finalis lagi akan masuk melalui jalur
LKS Kompas TV yaitu komika yang tim komunitasnya mampu mencapai
grand final LKS, 2 komika terbaik dari masing-masing tim langsung masuk menjadi peserta SUCI musim ke-5 tanpa mengikuti audisi dan
Pre Show. Selain itu, juga dikenalkan
Improv Comedy di mana komika finalis memainkan sketsa parodi secara spontan dan kreatif tanpa menghafal teks untuk menghibur para penonton.
Pada musim ke-6, format kompetisi dikembalikan ke format awal di mana babak Pre Show untuk musim ini ditiadakan. Sehingga akan ada 16 komika terpilih dari audisi di 5 kota yang akan tampil langsung sebagai finalis di Babak Show.
Daftar pembawa acara
Daftar juri
- Daftar juri tamu di Stand Up Comedy Indonesia
Babak-babak
Audisi
Audisi pada awalnya diadakan di 4 kota besar yaitu berurutan dari
Surabaya,
Yogyakarta,
Bandung, dan berakhir di
Jakarta, sebelumnya kota
Medan sempat menjadi kota ke 5 yang menyelenggarakan audisi di musim pertama dan tidak ditunjuk kembali dua musim sesudahnya. Peserta yang datang audisi harus membawa persyaratan yang sudah ditentukan serta tampil ber
stand up comedy dengan durasi 3 menit. Peserta yang dinyatakan lolos akan diberikan
Golden Ticket oleh juri. Setelah itu, bagi peserta yang telah mendapat
Golden Ticket akan dihubungi oleh pihak
Kompas TV untuk dapat lanjut ke babak
Pre Show/
Show.
Pada musim ke-4, selain 4 kota yang telah disebutkan yang menjadi kota utama audisi, dibuka pula audisi di 3 kota besar lainnya yaitu kembali kota
Medan, bersama dengan kota
Padang dan
Denpasar. Sehingga ada 7 kota tempat dilaksanakannya audisi SUCI
Kompas TV. Lalu di musim ke-5, kembali audisi dilaksanakan di 7 kota, di mana selain 4 kota utama 3 kota besar lainnya ditunjuk untuk menyelenggarakan audisi yaitu
Pontianak,
Makassar, dan
Pekanbaru. Untuk musim ke-6, audisi kembali diadakan di 5 kota, dimana 3 kota utama yaitu
Surabaya,
Yogyakarta, dan
Jakarta tetap mengadakan audisi. Sementara kota
Bandung digantikan oleh kota
Semarang dan kota
Medan juga kembali sebagai penyelenggara audisi. Pada musim ini ada dua format audisi yaitu
Big Audition dan
Small Audition.
Big Audition dilaksanakan di
Surabaya,
Semarang, dan
Jakartadengan jumlah peserta yang tidak dibatasi, sementara
Small Audition dilaksanakan di
Yogyakarta dan
Medan dengan jumlah peserta yang dibatasi maksimal 100 peserta dan diadakan di salah satu cabang
KFC di dua kota tersebut. Khusus untuk
Big Audition selain
Golden Ticket untuk yang berhasil lolos berlaku pula
Second Chance Ticket, yaitu tiket untuk peserta yang belum berhasil lolos di satu lokasi
Big Audition namun materi dan penampilannya dinilai bagus oleh juri, sehingga mereka masih diberikan kesempatan lagi oleh para juri untuk mengikuti audisi kembali di lokasi paling lambat sehari setelah audisi reguler selesai dilaksanakan. Plus diadakan
"Special Hunt" di 5 kota audisi oleh para juri untuk mencari komika yang merupakan tokoh yang sukses dibidangnya yang juga sering ber
stand up comedy untuk berkesempatan mencicipi panggung SUCI Kompas TV, tentunya dengan audisi di hadapan para juri.
Pada musim ke-1 dan ke-2, 13 besar komika berhak tampil di babak
Show SUCI
Kompas TV. Lalu di musim ke-3 jumlah peserta bertambah menjadi 18 besar komika. Pada musim ke-4 dan ke-5 diperkenalkan babak
Pre Show, di mana peserta yang telah dipanggil pihak
Kompas TV untuk tampil ditantang untuk
open mic di depan 2 juri dengan durasi yang ditentukan. Peserta yang berhasil akan lolos ke babak
Show sebagai finalis sesungguhnya. Total peserta SUCI musim ke-4 dan ke-5 pada babak
Show adalah 16 besar komika. Khusus untuk musim ke-5, hanya 14 kontestan yang lolos ke babak
Show melalui babak
Pre Show. Sementara 2 komika lagi diambil dari kompetisi
Liga Komunitas Stand Up (LKS), di mana 2 komika tersebut merupakan komika terbaik dari masing-masing tim komunitas yang berlaga di
grand final LKS. Sehingga mereka langsung memperoleh
Golden Ticket ke babak
Show tanpa harus mengikuti audisi dan babak
Pre Show. Pada musim ke-6, babak
Pre Show ditiadakan sehingga ada 16 besar komika terpilih untuk langsung tampil di babak
Show. Dan khusus di musim ini, 13 orang komika berasal dari komika jebolan komunitas daerah melalui audisi reguler dan 3 orang komika lainnya merupakan hasil audisi
"Special Hunt" yang dilakukan oleh para juri pada masa audisi reguler.
Persyaratan kontestan
- Warga Negara Indonesia, atau Warga Negara Asing yang minimal tinggal di Indonesia selama 5 tahun.
- Pria atau Wanita, berusia 17 tahun ke atas.
- Membawa fotokopi kartu identitas ( KTP / SIM / Kartu Pelajar ).
- Membawa pas foto ukuran 4R.
- Materi stand up BEBAS dan BERSIH ( tidak mengandung unsur SARA, Pornografi dan Provokasi ).
- Durasi stand up maksimal 3 menit.
Jika telah menyiapkan segala persyaratan, peserta bisa langsung mendatangi tempat audisi dan mendaftarkan diri. Pendaftaran juga bisa dilakukan
online di situs
Kompas TVlalu bukti pendaftaran dicetak sebagai bukti dan dibawa beserta persyaratan yang telah disebutkan saat hendak mendaftar audisi. Pendaftaran dibuka dari jam 09.00 hingga jam 12.00 waktu setempat.
Pre Show
Babak ini baru muncul di penyelenggaraan musim ke-4 tahun 2014, karena banyaknya komika yang memiliki kriteria layak untuk tampil di babak
Show. Komika terpilih yang telah lolos audisi dan telah dihubungi oleh pihak
Kompas TV masing-masing diberi kesempatan untuk
open mic pertama kalinya di panggung SUCI
Kompas TV di hadapan 2 juri utama yaitu
Indro Warkop dan
Raditya Dika dengan durasi yang telah ditentukan. Mengingat jumlah komika yang dipanggil, para komika akan dibagi menjadi 2 kelompok dalam melakukan
open mic. Tentunya bagi beberapa komika dengan nilai tertinggi yang menurut juri layak untuk lanjut akan langsung lolos ke babak
Show sebagai finalis resmi SUCI. Sementara bagi beberapa komika dengan nilai terendah dan belum mampu memenuhi ekspektasi juri akan tereliminasi atau
close mic.
Pada awal Pre Show di musim ke-4, ada 20 komika yang terpilih mengikuti babak ini. Mereka berkompetisi hingga menjadi 16 besar komika, yang artinya 4 orang komika dengan nilai terendah (3 komika dan 1 komika dari masing-masing kelompok) otomatis akan close mic. Lalu di musim ke-5, ada 24 komika yang terpilih mengikuti Pre Show. Berbeda dengan musim sebelumnya, hanya 14 komika yang akan melanjutkan ke babak Show. Di mana 10 komika dengan nilai terendah (4 komika dan 6 komika dari masing-masing kelompok) otomatis akan close mic.
Babak Show
Babak
Show merupakan babak utama dalam kompetisi SUCI
Kompas TV. Di tiga musim awal, para komika yang lolos audisi serta yang terpilih sesuai kriteria langsung lolos ke babak ini. Di mana musim selanjutnya komika yang berhak tampil di babak ini adalah komika yang mampu lolos di babak
Pre Show. Pada babak ini, para komika terpilih yang menjadi finalis akan berjuang dalam ber
stand up comedy dengan tema dan tantangan yang berbeda setiap minggunya. Durasi atau waktu yang diberikan untuk melawak adalah antara 3 hingga 7 menit. Proses penilaiannya dilakukan oleh tiga orang juri plus satu orang juri tamu yang menjadi bintang tamu show dan yang mendapat akumulasi nilai terendah akan di
close-mic (eliminasi).
Dalam babak Show ini, diberikan tema dan tantangan yang berbeda setiap minggunya. Seiring berjalannya kompetisi, muncul beberapa tantangan baru yang membuat kompetisi makin menarik. Baik yang berhubungan dengan tema maupun yang terkait dengan teknik dalam ber stand up comedy. Berikut beberapa babak tantangan yang sudah populer dalam babak Show SUCI.
Open Mic
Merupakan babak yang selalu ada dalam babak Show. Pada babak ini, masing-masing komika akan melakukan stand up comedy di hadapan penonton serta para juri sesuai dengan tema ,tantangan, dan durasi telah ditentukan. Tantangan yang diberikan umumnya terkait teknik dalam ber stand up comedy seperti membawakan rule of three, impersonate, riffing, heckling, dan lain-lain. Penulisan materi, jumlah tawa penonton, keserasian materi dengan tema, serta durasi pembawaan materi menjadi poin penting penilaian juri agar komika yang bersangkutan tidak di close mic. Apabila jumlah komika sudah kurang dari 10 orang, maka babak ini bisa dilakukan 2 kali atau 2 putaran dalam 1 show tergantung tema yang diberikan.
Medley
Pada babak ini, masing-masing komika melakukan mini stand up sesuai tema yang diberikan, di mana setiap satu komika selesai menyampaikan sebuah bit singkat harus segera disambung oleh komika lainnya sehingga pada akhirnya terbentuk sebuah cerita mini bersambung dari bit materi yang diberikan seluruh komika menjadi satu materi komedi.
Battle of Comic
Pada babak ini, masing-masing komika berpasangan akan melakukan battle dalam ber stand up comedy. Di mana dua orang komika yang terlibat battle akan membawakan materi sesuai tema serta memasukkan komika lawan menjadi bahan roasting agar dapat mengundang tawa, dan tetap sesuai dengan durasi yang telah ditentukan. Babak ini biasanya dilakukan apabila jumlah komika tersisa adalah genap (misalnya 10 besar komika).
UTS dan UAS
Babak ini muncul di penyelenggaraan musim ke-4. UTS adalah Ujian Tengah Stand Up, sementara UAS adalah Ujian Akhir Stand Up. Pada babak UTS, para komika dibagi dalam kelompok dan akan ditantang untuk ber stand up comedy di tempat umum dan instansi seperti misalnya di sekolah, kantor, dan lain-lain. Setelah dihibur para komika, para penonton akan melakukan voting untuk masing-masing kelompok. Bagi kelompok dengan voting paling sedikit atau kalah akan kembali berjuang dalam babak UAS. Dalam babak UAS, komika dari kelompok yang kalah masing-masing akan tampil ber stand up comedy secara individu sesuai tema dan durasi yang diberikan. Komika yang penampilannya mendapat nilai terendah akan di close mic.
Pada musim ke-4, babak UTS dilangsungkan saat tersisa 9 besar komika dan diadakan di
SMA Negeri 52 Jakarta, di mana komika
Pras Teguh dari
Padang harus
close micsetelah penampilannya dinilai paling kurang di babak UAS. Sementara di musim ke-5, babak UTS dilangsungkan saat tersisa 8 besar komika dan diadakan di markas
Kodam Jaya TNI AD, di mana komika
Heri Horeh harus
close mic di babak UAS karena melebihi durasi yang ditentukan saat tampil.
Improv Comedy
Babak ini muncul di penyelenggaraan musim ke-5. Babak ini adalah babak di mana para komika memainkan sebuah sketsa parodi singkat. Sketsa yang dimainkan dilakukan tanpa persiapan seperti menghafal teks sehingga dituntut spontanitas dan kreativitas dari para komika dalam memainkan sketsa tersebut. Sketsa yang dimainkan harus teratur agar dapat mengundang tawa penonton dan juri. Seluruh komika diharuskan aktif dalam ber improv comedy agar masuk penilaian juri dan terhindar dari close mic.
Callback
Babak
Callback adalah babak di mana komika yang pernah
close mic dan dirasa masih layak berkompetisi oleh juri dipanggil kembali untuk ber
stand up comedy dan bagi komika yang berhasil memperoleh nilai tertinggi akan kembali menjadi finalis SUCI. Babak ini juga baru muncul di penyelenggaraan musim ke-4 dan komika yang ikut babak ini dipilih sesuai kesepakatan juri, lalu di musim ke-5 komika yang akan ikut
callback dipilih berdasarkan voting yang dilakukan oleh masyarakat se-
Indonesia.
Pada musim ke-4, babak
callback diadakan saat tersisa 5 besar komika. Ada 4 komika yang dipanggil kembali mengikuti babak ini yaitu
Yudha Keling,
Pras Teguh,
Reza Pardede, dan
Liant Lin. Pras Teguh yang pernah
close mic di 9 besar akhirnya menjadi komika pertama yang memenangkan babak
callback dan kembali sebagai komika 6 besar SUCI 4. Lalu pada musim ke-5, babak
callback diadakan saat tersisa 7 besar komika. Berdasarkan voting, ada 3 komika yang terpanggil kembali yaitu
Isro Kalis Rubeda,
Abdul Rachman Avri, dan
Wira Setianagara. Penampilan Kalis, komika dari
Purwakarta yang pernah
close mic di 13 besar menjadi yang paling baik dari dua pesaingnya, sehingga berhasil membawanya kembali sebagai 8 besar SUCI 5. Karena format kompetisi yang dikembalikan ke format awal, babak ini kembali ditiadakan di musim selanjutnya.
Reunion Show
Babak
Reunion Show adalah babak yang diadakan menjelang babak
Grand Final. Babak ini baru muncul di musim ke-5 di mana telah tersisa komika grand finalis yang akan tampil di babak
Grand Final. Pada babak ini, 10 besar komika termasuk komika grand finalis dalam satu musim akan reuni dan kembali hadir menghibur para juri dan para penonton di panggung SUCI
Kompas TV. Acaranya bebas mulai dari
open mic para komika hingga
improv comedy, dan tidak ada penilaian dari juri. Serta babak ini merupakan ajang pemanasan jelang babak
Grand Final.
Grand Final
Grand Final adalah babak penentuan juara, di mana 2 komika tersisa akan berjuang dalam 3 putaran dalam ber stand up comedy. Tiap putaran memiliki tema dan tantangan berbeda, di mana putaran pertama tema nya bebas, lalu putaran kedua membawakan materi dengan tema "juara", dan putaran ketiga membawakan tema yang ditentukan serta diharuskan memakai beberapa teknik stand up comedy yang biasanya melibatkan kembali komika finalis di musim yang sama untuk bertindak sebagai heckler atau pengganggu. Urutan putaran serta temanya bisa berubah sesuai kesepakatan juri. Komika yang berhasil mengumpulkan nilai tertinggi dari tiga putaran tersebut akan dinobatkan sebagai Juara Stand Up Comedy Indonesia.
Pada empat penyelenggaraan sebelumnya hanya 2 komika tersisa yang menjadi grand finalis. Berturut-turut dijuarai oleh
Ryan Adriandhy,
Ge Pamungkas,
Babe Cabita, dan
David Nurbianto. Dan pada musim ke-5 untuk pertama kalinya babak
Grand Final dilangsungkan saat tersisa 3 komika. Di mana
Rigen, komika asal
Bima menjadi Juara SUCI 5 setelah menyisihkan dua pesaingnya,
Rahmat Hidayat dan
Indra Frimawan di babak
Grand Final. Pada musim ke-6, format
grand final kembali hanya diikuti 2 komika tersisa.
Musim
SUCI (2011)
Di
Grand Final,
Ryan komika asal
Jakarta yang merupakan kontestan termuda di musim ini berhasil menjadi juara SUCI setelah unggul atas komika
Surabaya,
Akbar.
Ryandengan gaya observasionalnya unggul setelah meng
impersonate gaya
Akbar yang kental dengan materi politik serta teknik
one liner ketika ber
stand up comedy. Hingga saat ini
Ryan merupakan juara termuda SUCI karena meraih juara saat berumur 21 tahun.
SUCI 2 (2012)
Di musim kedua ini,
Pandji Pragiwaksono sebagai pembawa acara didampingi oleh
Ryan Adriandhy, juara SUCI. Nantinya di beberapa Show,
Insan Nur Akbar sang
runner upSUCI yang mendampingi Pandji membawakan acara. Sementara
Raditya Dika menemani
Indro Warkop menjadi juri kompetisi. Selain itu, di setiap minggunya akan ada juri tamu berbeda dari kalangan selebriti yang bertindak sebagai juri ketiga. Kembali terpilih 13 orang komika dari audisi di 4 kota besar yakni
Surabaya,
Yogyakarta,
Bandung, dan
Jakarta.
Isman HS, penulis humor yang juga mentor para kontestan secara mengejutkan juga ikut menjadi kontestan dan mampu menembus 6 besar.
Musim ini menjadi milik kota
Bandung, karena dua komika perwakilan dari
Bandung yang kebetulan juga satu almamater universitas yaitu
Ge dan
Gilang bertemu di
Grand Final.
Ge yang unggul lewat kemampuan
act out nya berhasil mengungguli
Gilang yang terkenal dengan gaya observasi cerdasnya. Atas keputusan juri,
Ge berhasil meraih juara SUCI 2.
SUCI 3 (2013)
Di musim ketiga ini,
Pandji Pragiwaksono sebagai pembawa acara didampingi oleh
Ge Pamungkas, juara SUCI 2.
Raditya Dika dan
Indro Warkop konsisten menjadi juri utama kompetisi, di samping setiap minggunya akan ada juri tamu berbeda dari kalangan selebriti yang bertindak sebagai juri ketiga. Kali ini, 18 orang komika dari audisi di 4 kota besar yakni
Surabaya,
Yogyakarta,
Bandung, dan
Jakarta berhak tampil di babak
Show. Pada musim ini, komika yang
close mic bisa lebih dari 1 komika. Dan banyak sekali komika yang memiliki sisi unik, diantaranya
Fico dan
Rizki yang merupakan saudara kandung,
Mang Obed yang seorang
debt collector, serta
Briptu Ferry yang seorang polisi. Lalu untuk pertama kalinya ada komika yang berasal dari luar negeri, yaitu
Alison yang berkebangsaan
Inggris dan lolos audisi di
Bandung.
Fico, komika asal
Jakarta yang terkenal dengan gaya absurdnya dan terkesan bego berhasil melaju hingga
Grand Final. Ia berhadapan dengan komika dari
Medan,
Babe yang terkenal dengan
act out nya yang unik. Namun akhirnya
Babe lah yang berhasil meraih juara SUCI 3 karena mampu unggul dua putaran dari
Fico.
SUCI 4 (2014)
Di musim keempat ini,
Ernest Prakasa bertindak sebagai pembawa acara didampingi oleh
Babe Cabita, juara SUCI 3. Di mana
Pandji kali ini tidak bertindak sebagai pembawa acara karena sedang melakukan
stand up tour. Nantinya
Ernest di tengah kompetisi digantikan oleh
Uus, salah satu kontestan SUCI 3 sebagai pembawa acara.
Feni Rose hadir sebagai juri tetap menemani
Raditya Dika dan
Indro Warkop, di samping setiap minggunya akan ada juri tamu berbeda dari kalangan selebriti yang bertindak sebagai juri keempat. Pada musim ini diperkenalkan babak
Pre Show, di mana dari 20 komika terpilih melalui audisi di 7 kota besar akhirnya disaring menjadi 16 komika finalis SUCI 4 yang akan berkompetisi di babak
Show.
Selain babak
Pre Show, ada lagi babak UTS dan UAS di pertengahan kompetisi. Lalu babak
Callback yang memberi kesempatan bagi komika yang telah di
close mic untuk kembali ke kompetisi. Diadakan di 5 besar,
Pras Teguh, komika asal
Padang menjadi komika pertama yang berhasil memenangkan babak
callback dan kembali ke kompetisi sebagai komika 6 besar serta berhasil bertahan hingga 4 besar. Selain itu ada komika yang menjadi sorotan yaitu
Dodit, komika asal
Blitar dengan gayanya yang polos membawakan materi
one liner sebagai orang desa berbudaya kota ditemani dengan sebuah biola untuk menunjang penampilannya, menjadikannya sebagai komika kejutan yang secara tidak langsung menjadi idola para penonton.
Pandji Pragiwaksono akhirnya muncul sebagai pembawa acara tamu di Grand Final. Grand Final musim ini mempertemukan dua komika yang sama-sama unggul lewat materi komedi mengenai etnik daerahnya, yaitu Abdur dari NTT dan David dari Jakarta. Abdur kental dengan materi ala Indonesia Timur nya yang diselingi beberapa catchphrase unik seperti "aduh mama sayangee..", sementara David dengan materi ala Betawi beserta sang Nyai sebagai tokoh pendukung juga tak kalah lucu. Gelar juara SUCI 4 akhirnya direngkuh oleh David, setelah persaingan sengit dalam tiga putaran.
SUCI 5 (2015)
Di musim kelima ini, kembali
Pandji Pragiwaksono bertindak sebagai pembawa acara dan didampingi oleh
David Nurbianto, juara SUCI 4. Dan sesekali posisi pendamping pembawa acara diisi oleh
Babe Cabita dan
Uus. Formasi tiga juri tetap tidak berubah yaitu
Indro Warkop,
Raditya Dika, dan
Feni Rose, serta sesekali ada juri tamu yang diundang dalam beberapa show. Kali ini, kembali 16 komika finalis akan berkompetisi di babak
Show, di mana 14 komika adalah mereka yang lolos di babak
Pre Show dari 25 komika terpilih dari audisi di 7 kota besar, dan 2 komika lagi adalah jebolan dari tim grand finalis
LKS Kompas TV musim sebelumnya. 2 komika tersebut adalah
Ridho Brado dari
Medan, dan
Dicky dari
Jakarta Barat.
Kembali beberapa orang komika menjadi sorotan. Beberapa diantaranya adalah
Heri Horeh, komika senior berpengalaman yang baru menjadi kontestan SUCI musim ini. Lalu
Dicky, komika yang dikenal dengan persona kemayu seperti seorang banci ketika tampil di panggung. Serta
Dani yang paling banyak mengundang perhatian karena merupakan seorang difabel yang mengharuskannya tampil di kursi roda, mampu mencapai 4 besar kompetisi. Selain itu, pada musim ini di beberapa show muncul babak
improv comedy di mana komika finalis memainkan sketsa parodi secara spontan dan kreatif tanpa menghafal teks untuk menghibur para penonton. Babak
callback kembali diadakan kali ini di 7 besar komika, di mana
Kalis komika dari
Purwakarta yang pernah
close mic saat 13 besar memenangkan babak ini dan kembali sebagai komika 8 besar. Kalis sendiri berhasil bertahan hingga 5 besar.
Di samping
Hifdzi Khoir yang diundang sebagai pembawa acara tamu, untuk pertama kalinya di SUCI musim kali ini babak
Grand Final melibatkan 3 besar komika, yaitu
Indra Frimawan,
Rahmet, dan
Rigen. Setelah sebelumnya diadakan babak
Reunion Show dengan komika lainnya yang masuk 10 besar.
Indra yang dikenal lewat teknik
one liner dan gaya absurdnya, serta
Rahmet yang dikenal dengan
act out serta materinya yang sering membahas latar belakang dirinya sebagai lulusan
STM digadang-gadang sebagai juara. Namun penampilan keduanya dianggap kurang maksimal dan
Rigen yang berstatus bukan unggulan secara mengejutkan mampu tampil lepas dan berhasil meraih gelar juara SUCI 5. SUCI 5 menjadi penyelenggaraan terakhir di bawah arahan
Indra Yudhistira selaku salah satu
founder, karena setelah itu ia mengundurkan diri dari
Kompas TV untuk mencari tantangan baru.
SUCI 6 (2016)
SUCI 6 menjadi penyelenggaraan pertama pasca pindahnya sang
founder,
Indra Yudhistira dari
Kompas TV. Di musim keenam ini, terjadi perubahan besar-besaran dalam susunan pengisi acara. Komika alumni SUCI 3 yaitu
Uus tampil sebagai pembawa acara. Uus didampingi oleh
Hifdzi Khoir dalam membawakan acara, meski sesekali ada
Rigenyang merupakan juara SUCI 5, lalu
David Nurbianto, serta
Babe Cabita yang bergantian ikut mendampingi pembawa acara. Formasi juri juga mengalami perubahan, kecuali
Indro Warkop yang tetap sebagai juri utama.
Pandji Pragiwaksono yang lima musim berturut-turut menjadi pembawa acara naik posisi menjadi juri mendampingi Indro. Juri lainnya adalah
Nirina Zubir serta
Cak Lontong. Kali ini, kembali 16 komika finalis akan berkompetisi di babak
Show dan kembali ke format awal bahwa semua finalis murni langsung lolos tanpa babak
Pre Show. Komposisi 16 komika finalis ini adalah 13 komika berasal dari audisi reguler di 5 kota besar, dan 3 komika adalah hasil "
Special Hunt" dari para juri di masa audisi reguler. Tiga komika tersebut adalah
Radit Vent yang merupakan seorang
ventriloquis dan dosen dari
Yogyakarta, lalu
Irvan Karta yang merupakan seorang dosen dan ilmuwan dari
Tangerang serta
Zarry Hendrik, seorang penulis muda berbakat yang lebih dulu dikenal sebagai seorang selebriti di media sosial
twitter.
Format kompetisi dikembalikan ke format awal, yaitu tanpa adanya babak
callback dan babak reuni. Banyak kejutan yang terjadi di kompetisi musim ini. Diantaranya dua komika unggulan, yaitu
Rin Hermana dan
Muhammad Sabiq harus tersisih lebih awal. Sementara itu muncullah banyak kontestan yang berstatus kuda hitam, diantaranya pak polisi
Gamayel, mahasiswa sastra
Kamaludin, dosen & ilmuwan
Irvan Karta, dan
Sadana Agung atau Dana yang memiliki persona anak dusun, yang pada awalnya tidak diprediksi akan melangkah lebih jauh dalam kompetisi. Keempat komika tersebut sukses melaju minimal hingga babak 8 besar. Dana dan Gamayel lah yang menjadi kontestan kuda hitam terbaik karena Dana berhasil mencapai 4 besar dan Gamayel meraih juara ketiga.
Kembali di babak Grand Final hanya melibatkan 2 orang komika tersisa, yaitu Ardit dari Samarinda dan Indra Jegel dari Medan. Setelah melewati tiga putaran sengit di babak ini, akhirnya Indra Jegel resmi menjadi juara SUCI 6.
Daftar finalis
Nama finalis diurutkan berdasarkan peringkat saat kompetisi, mulai dari juara/pemenang hingga yang tereliminasi pertama kali. Informasi tambahan adalah kota asal finalis, komunitas
Stand Up Indo asal finalis bernaung (kalau ada), dan kota tempat audisi di mana para finalis lolos.
Daftar pemenang
SUMBER : https://id.wikipedia.org/wiki/Stand_Up_Comedy_Indonesia_Kompas_TV