Sistem Keamanan Jaringan
Pada era globalisasi ini, keamanan sistem jaringan berbasis
Internet harus diperhatikan, karena jaringan komputer Internet yang
sifatnya publik dan global pada dasarnya tidak begitu aman. Pada saat
data terkirim dari suatu terminal yang satu ke terminal yang lain dalam
Internet, data itu akan melewati sejumlah terminal yang lainnya yang
berarti akan memberi kesempatan pada user Internet yang lain untuk
menyadap atau mengubah data tersebut.
Sistem keamanan jaringan komputer yang terhubung ke Internet harus
direncanakan dan dipahami dengan baik agar dapat melindungi sumber daya
yang berada dalam jaringan tersebut secara efektif. Apabila ingin
mengamankan suatu jaringan maka harus ditentukan terlebih dahulu tingkat
ancaman (threat) yang harus diatasi, dan resiko yang harus diambil
maupun yang harus dihindari. Berikut ini akan dibahas mengenai ancaman
(threat), kelemahan, dan kebijakan keamanan (security policy) jaringan.
Keamanan jaringan (Bahasa Inggris: Network Security) dalam jaringan
komputer sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan
mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas
keamanan jaringan dikontrol oleh administrator jaringan.
Pengertian Sistem Keamanan
- Wi-Fi
Sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer.
- Pusat data (bagian Infrastruktur Keamanan Data Center)
Digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen
terkaitnya, pencegah bahaya kebakaran, serta piranti keamanan fisik.
- Jasakom
Memberikan pengertian dan kesadaran akan security di internet dan yang bermukim dibawah naungan para pakar keamanan komputer.
- Antiglobalisasi
Budaya keamanan makanan dan mengakhiri atau memperbarui kapitalisme
dengan pengertian-pengertian yang jelas-jelas rasis atau fasis.
Ancaman Sistem Keamanan Jaringan
Pada dasarnya, ancaman itu datang dari seseorang yang mempunyai
keinginan untuk memperoleh akses ilegal ke dalam suatu jaringan
komputer. Oleh karena itu, harus ditentukan siapa saja yang
diperbolehkan mempunyai akses legal ke dalam sistem, dan ancaman-ancaman
yang dapat mereka timbulkan.
Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh penyusup dan, sangat
berguna apabila dapat membedakan tujuan-tujuan tersebut pada saat
merencanakan sistem keamanan jaringan komputer. Beberapa tujuan para
penyusup adalah:
- Pada dasarnya hanya ingin tahu sistem dan data yang ada pada suatu jaringan komputer yang dijadikan sasaran. Penyusup yang bertujuan seperti ini sering disebut dengan The Curius.
- Membuat sistem jaringan menjadi down, atau mengubah tampilan situs web. Penyusup yang mempunyai tujuan seperti ini sering disebut sebagai The Malicious.
- Berusaha untuk menggunakan sumber daya di dalam sistem jaringan komputer untuk memperoleh popularitas. Penyusup seperti ini sering disebut sebagai The High-Profile Intruder.
- Ingin tahu data apa saja yang ada di dalam jaringan komputer untuk selanjutnya dimanfaatkan untuk mendapatkan uang. Penyusup seperti ini sering disebut sebagai The Competition.
Keamanan Jaringan
Pemakaian alat (termasuk program) dapat menyebabkan kerusakan baik
disengaja atau tidak. Pembatasan pemakaian bukan untuk mempersulit
tetapi supaya efisien dan tidak merusak.
Proteksi:
- Authentication
Pemakai harus dapat membuktikan dirinya. Contoh: user dan password. Dalam sebuah jaringan ditambahkan sumber akses (komputer yang digunakan) dengan asumsi bahwa pada suatu saat satu orang hanya dapat atau boleh bekerja dengan satu komputer yang sama. - Gateway
Gerbang masuk menuju sistem dengan firewall - Attack
Serangan terhadap sistem. - Authorization
Pemakai diperbolehkan menggunakan pelayanan dan resource sesuai dengan haknya. - Monitoring
Pengawasan terhadap jaringan - Komunikasi terenkripsi
Menggunakan enkripsi agar data tak dapat diintip
- Konsep Keamanan Jaringan
Keamanan jaringan sendiri sering
dipandang sebagai hasil dari beberapa faktor. Faktor ini bervariasi
tergantung pada bahan dasar, tetapi secara normal setidaknya beberapa
hal dibawah ini diikutsertakan :
- Confidentiality (kerahasiaan)
- Integrity (integritas)
- Availability (ketersediaan)
Keamanan klasik penting ini tidak cukup
untuk mencakup semua aspek dari keamanan jaringan komputer pada masa
sekarang. Hal-hal tersebut dapat dikombinasikan lagi oleh beberapa hal
penting lainnya yang dapat membuat keamanan jaringan komputer dapat
ditingkatkan lagi dengan mengikut sertakan hal dibawah ini:
- Nonrepudiation
- Authenticity
- Possession
- Utility
Confidentiality (kerahasiaan)
Ada beberapa jenis informasi yang
tersedia didalam sebuah jaringan komputer. Setiap data yang berbeda
pasti mempunyai grup pengguna yang berbeda pula dan data dapat
dikelompokkan sehingga beberapa pembatasan kepada pengunaan data harus
ditentukan. Pada umumnya data yang terdapat didalam suatu perusahaan
bersifat rahasia dan tidak boleh diketahui oleh pihak ketiga yang
bertujuan untuk menjaga rahasia perusahaan dan strategi perusahaan [2].
Backdoor, sebagai contoh, melanggar kebijakan perusahaan dikarenakan
menyediakan akses yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer
perusahaan. Kerahasiaan dapat ditingkatkan dan didalam beberapa kasus
pengengkripsian data atau menggunakan VPN. Topik ini tidak akan, tetapi
bagaimanapun juga, akan disertakan dalam tulisan ini. Kontrol akses
adalah cara yang lazim digunakan untuk membatasi akses kedalam sebuah
jaringan komputer. Sebuah cara yang mudah tetapi mampu untuk membatasi
akses adalah dengan menggunakan kombinasi dari username-dan-password
untuk proses otentifikasi pengguna dan memberikan akses kepada pengguna
(user) yang telah dikenali. Didalam beberapa lingkungan kerja keamanan
jaringan komputer, ini dibahas dan dipisahkan dalam konteks
otentifikasi.
Integrity (integritas)
Jaringan komputer yang dapat diandalkan
juga berdasar pada fakta bahwa data yang tersedia apa yang sudah
seharusnya. Jaringan komputer mau tidak mau harus terlindungi dari
serangan (attacks) yang dapat merubah dataselama dalam proses
persinggahan (transmit). Man-in-the-Middle merupakan jenis serangan yang
dapat merubah integritas dari sebuah data yang mana penyerang
(attacker) dapat membajak “session” atau memanipulasi data yang
terkirim.
Didalam jaringan komputer yang aman, partisipan dari sebuah “transaksi” data harus yakin
bahwa orang yang terlibat dalam komunikasi data dapat diandalkan dan dapat dipercaya. Keamanan dari sebuah komunikasi data sangat diperlukan pada sebuah tingkatan yang dipastikan data tidak berubah selama proses pengiriman dan penerimaan pada saat komunikasi data. Ini tidak harus selalu berarti bahwa “traffic” perlu di enkripsi, tapi juga tidak tertutup kemungkinan serangan “Man-in-the-Middle” dapat terjadi.
bahwa orang yang terlibat dalam komunikasi data dapat diandalkan dan dapat dipercaya. Keamanan dari sebuah komunikasi data sangat diperlukan pada sebuah tingkatan yang dipastikan data tidak berubah selama proses pengiriman dan penerimaan pada saat komunikasi data. Ini tidak harus selalu berarti bahwa “traffic” perlu di enkripsi, tapi juga tidak tertutup kemungkinan serangan “Man-in-the-Middle” dapat terjadi.
Availability (ketersediaan).
Ketersediaan data atau layanan dapat dengan mudah dipantau oleh pengguna dari sebuah
layanan. Yang dimana ketidaktersediaan dari sebuah layanan (service) dapat menjadi sebuah halangan untuk maju bagi sebuah perusahaan dan bahkan dapat berdampak lebih buruk lagi, yaitu penghentian proses produksi. Sehingga untuk semua aktifitas jaringan, ketersediaan data sangat penting untuk sebuah system agar dapat terus berjalan dengan benar.
layanan. Yang dimana ketidaktersediaan dari sebuah layanan (service) dapat menjadi sebuah halangan untuk maju bagi sebuah perusahaan dan bahkan dapat berdampak lebih buruk lagi, yaitu penghentian proses produksi. Sehingga untuk semua aktifitas jaringan, ketersediaan data sangat penting untuk sebuah system agar dapat terus berjalan dengan benar.
Nonrepudiation
Setiap tindakan yang dilakukan dalam sebuah system yang aman telah diawasi (logged), ini dapat berarti penggunaan alat (tool) untuk melakukan pengecekan system berfungsi sebagaimana seharusnya. “Log” juga tidak dapat dipisahkan dari bagian keamanan “system” yang dimana bila terjadi sebuah penyusupan atau serangan lain akan sangat membantu proses investigasi. “Log” dan catatan waktu, sebagai contoh, bagian penting dari bukti di pengadilan jika cracker tertangkap dan diadili. Untuk alasan ini maka “nonrepudiation” dianggap sebagai sebuah faktor penting didalam keamanan jaringan komputer yang berkompeten. Itu telah mendefinisikan “nonrepudition” sebagai berikut :
• Kemampuan untuk mencegah seorang pengirim untuk menyangkal kemudian bahwa dia telah mengirim pesan atau melakukan sebuah tindakan.
• Proteksi dari penyangkalan oleh satu satu dari entitas yang terlibat didalam sebuah komunikasi yang turut serta secara keseluruhan atau sebagian dari komunikasi yang terjadi.
Jaringan komputer dan system data yang lain dibangun dari beberapa komponen yang berbeda yang dimana masing-masing mempunyai karakteristik spesial untuk keamanan. Sebuah jaringan komputer yang aman perlu masalah keamanan yang harus diperhatikan disemua sektor, yang mana rantai keamanan yang komplit sangat lemah, selemah titik terlemahnya. Pengguna (user) merupakan bagian penting dari sebuah rantai. “Social engineering” merupakan cara yang efisien untuk mencari celah (vulnerabilities) pada suatu system dan kebanyakan orang menggunakan “password” yang mudah ditebak. Ini juga berarti meninggalkan “workstation” tidak dalam keadaan terkunci pada saat makan siang atau yang lainnya. Sistem operasi (operating system : Windows, Unix, Linux, MacOS) terdapat dimana-mana, komputer mempunyai sistem operasi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya (tergantung selera), dan bahkan router juga dijalankan oleh oleh sistem operasi. Setiap sistem operasi mempunyai gaya dan karakteristik sendiri yang membedakannya dengan sistem operasi yang lainnya, dan beberapa bahkan digunakan untuk kepentingan “server”. Beberapa sistem operasi juga mempunyai masalah yang dapat digunakan sehingga menyebabkan sistem operasi tersebut berhenti merespon
pengguna. Layanan pada “server” memainkan peranan penting dalam keamanan. Developer perangkat lunak mengumumkan celah keamanan pada perangkat lunak dengan cepat. Alasan yang digunakan adalah celah ini kemungkinan akan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyusupi sebuah system ataupun setiap pengguna komputer. Pengelola atau pengguna server dan workstation harus melakukan pengecekan untuk “update” masalah keamanan secara regular. Perangkat keras mungkin sedikit susah dipahami sebagai sesuatu yang mempunyai potensi untuk mempunyai masalah keamanan. Yang sesungguhnya adalah sangat berbeda dengan apa yang kita pikirkan, apabila perangkat keras terletak di sebuah lokasi yang tidak aman maka terdapat resiko untuk pemasangan perangkat keras yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer dan ini dapat membuat penyusupan menjadi mudah. Juga, bila sebuah perangkat keras jaringan computer dirubah setting-nya ke konfigurasi default oleh orang luar.
Setiap tindakan yang dilakukan dalam sebuah system yang aman telah diawasi (logged), ini dapat berarti penggunaan alat (tool) untuk melakukan pengecekan system berfungsi sebagaimana seharusnya. “Log” juga tidak dapat dipisahkan dari bagian keamanan “system” yang dimana bila terjadi sebuah penyusupan atau serangan lain akan sangat membantu proses investigasi. “Log” dan catatan waktu, sebagai contoh, bagian penting dari bukti di pengadilan jika cracker tertangkap dan diadili. Untuk alasan ini maka “nonrepudiation” dianggap sebagai sebuah faktor penting didalam keamanan jaringan komputer yang berkompeten. Itu telah mendefinisikan “nonrepudition” sebagai berikut :
• Kemampuan untuk mencegah seorang pengirim untuk menyangkal kemudian bahwa dia telah mengirim pesan atau melakukan sebuah tindakan.
• Proteksi dari penyangkalan oleh satu satu dari entitas yang terlibat didalam sebuah komunikasi yang turut serta secara keseluruhan atau sebagian dari komunikasi yang terjadi.
Jaringan komputer dan system data yang lain dibangun dari beberapa komponen yang berbeda yang dimana masing-masing mempunyai karakteristik spesial untuk keamanan. Sebuah jaringan komputer yang aman perlu masalah keamanan yang harus diperhatikan disemua sektor, yang mana rantai keamanan yang komplit sangat lemah, selemah titik terlemahnya. Pengguna (user) merupakan bagian penting dari sebuah rantai. “Social engineering” merupakan cara yang efisien untuk mencari celah (vulnerabilities) pada suatu system dan kebanyakan orang menggunakan “password” yang mudah ditebak. Ini juga berarti meninggalkan “workstation” tidak dalam keadaan terkunci pada saat makan siang atau yang lainnya. Sistem operasi (operating system : Windows, Unix, Linux, MacOS) terdapat dimana-mana, komputer mempunyai sistem operasi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya (tergantung selera), dan bahkan router juga dijalankan oleh oleh sistem operasi. Setiap sistem operasi mempunyai gaya dan karakteristik sendiri yang membedakannya dengan sistem operasi yang lainnya, dan beberapa bahkan digunakan untuk kepentingan “server”. Beberapa sistem operasi juga mempunyai masalah yang dapat digunakan sehingga menyebabkan sistem operasi tersebut berhenti merespon
pengguna. Layanan pada “server” memainkan peranan penting dalam keamanan. Developer perangkat lunak mengumumkan celah keamanan pada perangkat lunak dengan cepat. Alasan yang digunakan adalah celah ini kemungkinan akan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyusupi sebuah system ataupun setiap pengguna komputer. Pengelola atau pengguna server dan workstation harus melakukan pengecekan untuk “update” masalah keamanan secara regular. Perangkat keras mungkin sedikit susah dipahami sebagai sesuatu yang mempunyai potensi untuk mempunyai masalah keamanan. Yang sesungguhnya adalah sangat berbeda dengan apa yang kita pikirkan, apabila perangkat keras terletak di sebuah lokasi yang tidak aman maka terdapat resiko untuk pemasangan perangkat keras yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer dan ini dapat membuat penyusupan menjadi mudah. Juga, bila sebuah perangkat keras jaringan computer dirubah setting-nya ke konfigurasi default oleh orang luar.
Pemilihan jenis metode transmisi juga
mempunyai peranan penting didalam masalah keamanan. Setiap informasi
rahasia tidak boleh di transmisikan secara wireless, setidaknya tidak
tanpa menggunakan enkripsi yang bagus, sehingga setiap orang dapat
menyadap komunikasi “wireless” yang terkirim. Sangat dianjurkan untuk
menggunakan firewall untuk membatasi akses kedalam jaringan komputer ke
tingkat yang dibutuhkan. Firewall juga dapat menjadi titik terlemah,
yang mana dapat membuat perasaan aman. Firewall harus mengizinkan arus
data kedalam sebuah jaringan komputer jika terdapat juga arus data
keluar dari jaringan komputer tersebut melalui firewall dan ini dapat
menjadi titik terlemah. Fakta penting lainnya bahwa tidak semua serangan
dilancarkan melalui firewall.
Authenticity
Sistem harus memastikan bahwa pihak, obyek, dan informasi yang berkomunikasi adalah riil dan bukan palsu. Adanya Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking(untuk menjaga“intellectual property”, yaitu dengan meni dokumen atau hasil karya dengan “tangan” pembuat ) dan digital signature.
Metode authenticity yang paling umum digunakan adalah penggunaan username beserta password-nya. Metode username/password ini ada berbagai macam
jenisnya, berikut ini adalah macam-macam metode username/password:
Authenticity
Sistem harus memastikan bahwa pihak, obyek, dan informasi yang berkomunikasi adalah riil dan bukan palsu. Adanya Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking(untuk menjaga“intellectual property”, yaitu dengan meni dokumen atau hasil karya dengan “tangan” pembuat ) dan digital signature.
Metode authenticity yang paling umum digunakan adalah penggunaan username beserta password-nya. Metode username/password ini ada berbagai macam
jenisnya, berikut ini adalah macam-macam metode username/password:
- Tidak ada username/password
Pada sistem ini tidak diperlukan username atau password untuk mengakses suatu
jaringan. Pilihan ini merupakan pilihan yang palin tidak aman.
- Statis username/password
Pada metode ini username/password tidak berubah sampai diganti oleh administrator atau user. Rawan terkena playbacks attacka, eavesdropping, theft, dan password cracking program. - Expired username/password
Pada metode ini username/password akan tidak berlaku sampai batas waktu tertentu (30-60 hari) setelah itu harus direset, biasanya oleh user. Rawan terkena playback attacks, eavesdropping, theft, dan password cracking program tetapi dengan tingkat kerawanan yang lebih rendah dibanding dengan statis username/password. - One-Time Password (OTP)
Metode ini merupakan metoda yang teraman dari semua metode username/password. Kebanyakan sistem OTP berdasarkan pada “secret passphrase”, yang digunakan untuk membuat daftar password. OTP memaksa user jaringan untuk memasukkan password yang berbeda setiap kali melakukan login. Sebuah password hanya digunakan satu kali.
- Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan dalam empat kategori utama :
- Interruption Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang.
Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan. - Interception Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain.
Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan. - Modification Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset.
Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan. - Fabrication Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem.
Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.
- Celah Keamanan serta Ancaman Terhadap Keamanan Jaringan WiFi
I. Celah Keamanan Jaringan WiFi
Beberapa kelemahan pada jaringan wireless yang bisa digunakan attacker melakukan serangan antara lain:
1. Hide SSID
Banyak administrator menyembunyikan
Services Set Id (SSID) jaringan wireless mereka dengan maksud agar hanya
yang mengetahui SSID yang dapat terhubung ke jaringan mereka.
2. WEP
Teknologi Wired Equivalency Privacy atau
WEP memang merupakan salah satu standar enkripsi yang paling banyak
digunakan. Namun, teknik enkripsi WEP ini memiliki celah keamanan yang
cukup mengganggu. Bisa dikatakan, celah keamanan ini sangat berbahaya.
3. WPA-PSK atau WPA2-PSK
WPA merupakan teknologi keamanan
sementara yang diciptakan untuk menggantikan kunci WEP. Ada dua jenis
yakni WPA personal (WPA-PSK), dan WPA-RADIUS. Saat ini yang sudah dapat
di crack adalah WPA-PSK, yakni dengan metode brute force attack secara
offline.
4. MAC Filter
Hampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering.
5. Weak protocols (protokol yang lemah)
Komunikasi jaringan komputer menggunakan
protokol antara client dan server. Kebanyakan dari protokol yang
digunakan saat ini merupakan protocol yang telah digunakan beberapa
dasawarsa belakangan.
6. Software issue (masalah perangkat lunak)
Menjadi sesuatu yang mudah untuk
melakukan eksploitasi celah pada perangkat lunak. Celah ini biasanya
tidak secara sengaja dibuat tapi kebanyakan semua orang mengalami
kerugian dari kelemahan seperti ini.
7. Hardware issue (masalah perangkat keras).
Biasanya perangkat keras tidak mempunyai
masalah pada penyerangan yang terjadi. Perangkat lunak yang dijalankan
oleh perangkat keras dan kemungkinan kurangnya dokumentasi spesifikasi
teknis merupakan suatu titik lemah. Berikut ini merupakan contoh
bagaimana perangkat keras mempunyai masalah dengan keamanan.
contoh 1: Cisco, contoh 2: Linksys
8. Misconfiguration (konfigurasi yang salah).
Kesalahan konfigurasi pada server dan
perangkat keras (hardware) sangat sering membuat para penyusup dapat
masuk kedalam suatu system dengan mudah. Sebagai contoh, penggantian
halaman depan suatu situs dikarenakan kesalahan konfigurasi pada
perangkat lunak “www-server” ataupun modulnya
II. Ancaman Terhadap Keamanan Jaringan WiFi
Banyak pengguna jaringan wireless tidak
bisa membayangkan jenis bahaya apa yang sedang menghampiri mereka saat
sedang berasosiasi dengan wireless access point (WAP), misalnya seperti
sinyal WLAN dapat disusupi oleh hacker. Berikut ini dapat menjadi
ancaman dalam jaringan wireless, di antaranya:
- Sniffing to Eavesdrop
- Denial of Service Attack
- Man in the Middle Attack
- Rogue/Unauthorized Access Point
- Konfigurasi access point yang tidak benar
- Scanning
- Password cracking.
- Rootkit.
- Mengamankan Jaringan WiFi
Mengamankan jaringan wifi membutuhkan
tiga tingkatan proses. Untuk mengamankan jaringan wifi kita harus dapat
melakukan pemetaan terhadap ancaman yang mungkin terjadi.
Prevention (pencegahan).
Prevention (pencegahan).
Observation (observasi).
Response (respon).
Victims/statistic (korban/statistik).
Masalah keamanan pada jaringan komputer pada prinsipnya tidak terlepas dari 2 hal mendasar yaitu konsep autentifikasi (access control) dan enkripsi (data protection).
a. WEP (Wired Equivalent Privacy).
b. WPA (Wi-Fi Protected Access)
c. MAC (Medium Access Control) Address Filtering.
Masalah keamanan pada jaringan komputer pada prinsipnya tidak terlepas dari 2 hal mendasar yaitu konsep autentifikasi (access control) dan enkripsi (data protection).
a. WEP (Wired Equivalent Privacy).
b. WPA (Wi-Fi Protected Access)
c. MAC (Medium Access Control) Address Filtering.
- Keamanan jaringan komputer dari segi bentuknya
Keamanan jaringan mencakup berbagai
jaringan komputer, baik negeri maupun swasta, yang digunakan dalam
pekerjaan sehari-hari melakukan transaksi dan komunikasi di kalangan
bisnis, instansi pemerintah dan individu.
Jika diamati mengenai keamanan maka keamanan jaringan komputer dapat ditinjau dari segi bentuknya yaitu seperti berikut:
1) Keamanan hardware
Keamanan hardware berkaitan dengan
perangkat keras yang digunakan dalam jaringan komputer. Keamanan
hardware sering dilupakan padahal merupakan hal utama untuk menjaga
jaringan dari agar tetap stabil. Dalam keamanan hardware, server dan
tempat penyimpanan data harus menjadi perhatian utama. Akses secara
fisik terhadap server dan data-data penting harus dibatasi semaksimal
mungkin.
2) Keamanan software.
Sesuai dengan namanya, maka yang harus
diamankan adalah perangkat lunak. Perangkat lunak yang kita maksud
disini bisa berupa sistem operasi, sistem aplikasi, data dan informasi
yang tersimpan dalam komputer jaringan terutama pada server. Contohnya,
jika server hanya bertugas menjadi router, tidak perlu software web
server dan FTP server diinstal. Membatasi software yang dipasang akan
mengurangi konflik antar software dan membatasi akses, contohnya jika
router dipasangi juga dengan FTP server, maka orang dari luar dengan
login anonymous mungkin akan dapat mengakses router tersebut.
- Sistem Keamanan jaringan komputer
Jaringan internet bersifat publik.
Sehingga memungkinkan arus informasi bisa disadap oleh pihak lain. Untuk
itu keamanan menjadi useful terhadap kenyamanan jaringan komputer dan
vulnerability suatu jaringan. Adapun yang termasuk sistem keamanan
komputer sebagai berikut :
- Hacker
Asal pertama kata “Hacker” sendiri
berawal dari sekitar thun 60-an di Las Vegas di adakan sebuah permainan
(Game) yang menggunakan system jaringan komputer (networking) dimana
cara permainan itu satu sama lain berusaha untuk masuk ke system
komputer lawan (pemain lainya) dan melumpuhkannya. dari sinilah kemudian
orang-orang menamakan sekelompok anak-anak muda yang mengikuti
permainanan ini sebagai “Hackers” yaitu sekelompok anak-anak muda yang
mampu menjebol dan melumpuhkan system komputer orang.
- Cracker
Sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem
orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan
komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara
sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web)
milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data
dan umumnya melakukan cracking
untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya
karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk
menunjukan kelemahan keamanan sistem.
- White Hat
Istilah teknologi informasi dalam bahasa
Inggris yang mengacu kepada peretas yang secara etis menunjukkan suatu
kelemahan dalam sebuah sistem komputer. White hat secara umum lebih
memfokuskan aksinya kepada bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana
bertentangan dengan black hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada
bagaimana menerobos sistem tersebut.
- Black Hat
Istilah teknologi informasi dalam bahasa
Inggris yang mengacu kepada peretas yaitu mereka yang menerobos keamanan
sistem komputer tanpa ijin, umumnya dengan maksud untuk mengakses
komputer-komputer yang terkoneksi ke jaringan tersebut. Istilah cracker
diajukan oleh Richard Stallman untuk mengacu kepada peretas dalam arti
ini.
- Script Kiddies
Tingkatan level yang paling rendah,
Mereka hanya tahu tentang dasar bagaimana memodifikasi Script atau
Program dengan mencari artikel pendukung di internet, forum maupun
Youtube. Segala informasi mereka kumpulkan untuk mengubah script yang
sudah ada dengan cara coba-coba. Kemampuan mereka dalam membuat atau
merusak suatu program tergolong rendah.
- Elite Hacker
Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337
atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan
jaringan. Mereka mengerti sistemoperasi luar dalam, sanggup
mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup
melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami,
mereka biasanya effisien & trampil,menggunakan pengetahuannya
dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di
ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena
mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.
- Vulnerable
Sesuatu yang bertalian dengan sistem
komputer yang memungkinkan seseorang mengoperasikan dan menjalankannya
dengan benar, atau memungkinkan pihak tak berwenang (bisa hacker)
mengambil alih. Ada banyak tipe vulnerability. Ada miskonfigurasi dalam
setup service, atau flaw programming service.
- Security Hole
Merupakan Celah dari keamanan system/
mesin Hal tersebut disebabkan karena adanya kelemahan-kelemahan di dalam
konfigurasi suatu sistem (Configuration Vulnerabilities) dll,sehingga
dimanfaatkan untuk menyusup ke dalam suatu jaringan komputer tanpa
diketahui pengelolanya
- Bug
sebuah kesalahan, error, kekurangan, atau
kegagalan yang sering terjadi pada program komputer sehingga menghambat
jalannya program sebagaimana mestinya
- Exploit
perangkat lunak yang menyerang kerapuhan
keamanan (security vulnerability) yang spesifik namun tidak selalu
bertujuan untuk melancarkan aksi yang tidak diinginkan. Banyak peneliti
keamanan komputer menggunakan exploit untuk mendemonstrasikan bahwa
suatu sistem memiliki kerapuhan.
- Logical Bomb
merupakan program yang dimasukkan ke
dalam suatu komputer yang bekerja untuk memeriksa kumpulan kondisi di
dalam suatu sistem. Jika kondisi yang dimaksud terpenuhi, maka program
akan mengeksekusi perintah yang ada di dalamnya. Program ini berjalan
jika ada pemicu. Biasanya pemicunya adalah jika user menjalankan program
tertentu atau menekan salah satu tombol keyboard.
- Penetration Testing
Uji coba yang melakukan verifikasi dari
mekanisme perlindungan yang dibuat oleh sistem/Pengujian Terhadap
Kelemahan Sistem Informasi Perusahaan
- Metode untuk membuat jaringan computer lebih aman
Metode-metode yang dapat diterapkan untuk membuat jaringan komputer menjadi lebih aman, antara lain:
– IDS / IPS
Intrusion Detection
– IDS / IPS
Intrusion Detection System (IDS) dan Intrusion Prevention System (IPS)
adalah sistem yang banyak digunakan untuk mendeteksi dan melindungi
sebuah sistem keamanan dari serangan oleh pihak luar maupun dalam.
Merancang Sistem Keamanan Jaringan yang Tangguh
Suatu organisasi dapat mempunyai dua atau lebih dari satu situs atau dimana tiap situs mempunyai jaringan sendiri. Bila organisasi besar, maka sangat dimungkinkan situs-situs tersebut mempunyai administrasi jaringan yang dibedakan menurut tujuan tertentu.
Bila
situs-situs ini tidak terhubung melalui internet, tiap situs mungkin
memiliki kebijakan keamanan sendiri. Bagaimanapun, bila situs-situs
tersebut terhubung melalui internet, maka kebijakan keamanan harus
mencakup tujuan dari semua situs yang saling terhubung.
Pada
umumnya suatu situs adalah bagian dari organisasi yang mempunyai
beberapa komputer dan sumber daya yang terhubung ke dalam suatu
jaringan. Sumber daya tersebut misalnya ;
- Workstation dan Laptop
- Komputer sebagai host atau server
- Interkoneksi: gateway, router, bridge, repeater
- Perangkat lunak aplikasi dan jaringan (NOS)
- Kabel-kabel jaringan
- Informasi di dalam file dan database
Kebijakan
keamanan situs harus memperhatikan pula keamanan terhadap sumber daya
tersebut. Karena situs terhubung ke jaringan lain, maka kebijakan
keamanan harus memperhatikan kebutuhan dari semua jaringan yang saling
terhubung. Hal ini penting untuk diperhatikan karena kemungkinan
kebijakan keamanan situs dapat melindungi situs tersebut, namun
berbahaya bagi sumber daya jaringan yang lain.
Suatu
contoh dari hal ini adalah penggunaan alamat IP di belakang firewall,
dimana alamat IP tersebut sudah digunakan oleh orang lain. Pada kasus
ini, penyusupan dapat dilakukan terhadap jaringan di belakang firewall
dengan melakukan IP spoofing. Sebagai catatan, RFC 1244 membahas
keamanan keamanan situs secara detail.
Kebijakan Keamanan Jaringan
Kebijakan
keamanan menyediakan kerangka-kerangka untuk membuat keputusan yang
spesifik, misalnya mekanisme apa yang akan digunakan untuk melindungi
jaringan dan bagaimana mengkonfigurasi servis-servis. Kebijakan keamanan
juga merupakan dasar untuk mengembangkan petunjuk pemrograman yang aman
untuk diikuti user maupun bagi administrator sistem. Karena kebjikan
keamanan tersebut mencakup bahasan yang sangat luas, maka pada saat ini
hanya akan dibahas inti permasalahan saja dan tidak akan membahas
hal-hal yang bersifat spesifik dari segi teknologi. Sebuah kebijakan
keamanan mencakup hal-hal berikut ini:
- Deskripsi secara detail tentang lingkungan teknis dari situs, hukum yang berlaku, otoritas dari kebijakan tersebut dan filosofi dasar untuk digunakan pada saat menginterpretasikan kebijakan tersebut.
- Analisa risiko yang mengidentifikasi aset-aset situs, ancaman yang dihadapi oleh aset-aset tersebut dan biaya yang harus dikeluarkan untuk kerusakan/kehilangan aset-aset tersebut.
- Petunjuk bagi administrator sistem untuk mengelola sistem
- Definisi bagi user tentang hal-hal yang boleh dilakukan
- Petunjuk untuk kompromi terhadap media dan penerapan hukum yang ada, serta memutuskan apakah akan melacak penyusup atau akan mematikan sistem dan kemudian memulihkannya lagi.
Faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan kebijakan keamanan antara lain adalah:
- Komitmen dari pengelola jaringan
- Dukungan teknologi untuk menerapkan kebijakan keamanan tersebut
- Keefektifan penyebaran kebijakan tersebut
- Kesadaran semua user jaringan terhadap keamanan jaringan
Pihak
pengelola jaringan komputer mengatur tanggung jawab terhadap keamanan
jaringan, menyediakan training untuk personel-personel yang bertugas di
bidang keamanan jaringan dan mengalokasikan dana untuk keamanan
jaringan. Yang termasuk pilihan-pilihan teknis yang dapat digunakan
untuk mendukung keamanan jaringan komputer antara lain:
- Authentikasi terhadap sistem
- Audit sistem untuk akuntabilitas dan rekonstruksi
- Enkripsi terhadap sistem untuk penyimpanan dan pengiriman data penting
- Tool-tool jaringan, misalnya firewall dan proxy
Hal-hal Praktis Pendukung
Di bawah ini adalah hal-hal praktis yang perlu dilakukan untuk mendukung keamanan jaringan komputer, antara lain:
- Memastikan semua account mempunyai password yang sulit untuk ditebak. Akan lebih baik bila menggunakan OTP (One Time Password)
- Menggunakan tool, misalnya MD5 checksums, sebuah teknik kriptografi untuk memastikan integritas perangkat lunak sistem
- Menggunakan teknik pemrograman yang aman pada saat membuat perangkat lunak
- Selalu bersikap waspada terhadap penggunaan dan konfigurasi jaringan komputer
- Memeriksa secara rutin apakah vendor memiliki perbaikan-perbaikan terhadap lubang keamanan yang terbaru dan selalu menjaga sistem selalu mengalami upgrading terhadap keamanan
- Memeriksa secara rutin dokumen-dokumen dan artikel on-line tentang bahaya keamanan dan teknik mengatasiny. Dokumen dan artikel seperti ini dapat ditemukan pada situs-situs milik incident response teams, misalnya CERT (Computer Emergency Response Team – http://www.cert.org dan Computer Security Incident Response Team – http://www.CSIRT.org)
- Mengaudit sistem dan jaringan dan secara rutin memeriksa daftar log. Beberapa situs yang mengalami insiden keamanan melaporkan bahwa audit yang dikumpulkan minim sehingga sulit untuk mendeteksi dan melacak penyusupan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar